Kepala SMPN 10 Jambi Bantah Dugaan Siswa Pesta Miras di Sekolah

Kepala SMP Negeri 10 Jambi, Tedi Suyono, membantah kabar yang menyebut sejumlah siswa mengadakan pesta minuman keras di sekolah. Menurutnya, kejadian

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Toto Sihono
Ilustrasi minuman keas (miras) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Kepala SMP Negeri 10 Jambi, Tedi Suyono, membantah kabar yang menyebut sejumlah siswa mengadakan pesta minuman keras di sekolah.

Menurutnya, kejadian yang melibatkan seorang siswi membawa minuman beralkohol tidak seperti yang diberitakan.

Tedi menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula saat seorang siswi membawa minuman keras jenis arak ke sekolah, disimpan dalam botol air mineral yang hanya terisi sekitar 4-5 cm. 

Minuman itu, katanya, dibawa dari acara ulang tahun temannya sehari sebelumnya, dan siswi tersebut, karena rasa penasaran, ingin berbagi pengalamannya dengan teman-teman di sekolah.

"Karena penasaran dan ingin berbagi dengan teman-temannya, dia membawa sisa minuman itu ke sekolah. Saat acara ulang tahun, dia hanya diminta untuk mencicip sedikit," ujar Tedi saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2024).

Tedi juga menekankan bahwa siswi tersebut dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah menimbulkan masalah di sekolah. Hal ini juga diakui oleh beberapa guru.

Menurut Tedi, setiap pagi para guru selalu memeriksa siswa, termasuk bekal yang mereka bawa.

Namun, mereka tidak menyangka bahwa botol yang dibawa siswi tersebut berisi minuman keras, karena airnya terlihat seperti air biasa.

"Minuman itu lolos dari pemeriksaan karena terlihat seperti air putih biasa. Ketika siswi itu memperkenalkan minuman tersebut kepada teman-temannya di kelas, para siswa berkerumun, dan saat itulah guru mencurigai ada yang tidak beres," jelasnya.

Sebelum sempat meminum arak tersebut, guru segera mengamankan minuman itu, dan siswi langsung dibawa ke ruang pembinaan oleh guru BK dan kepala sekolah.

"Yang terlibat hanya berkerumun dan belum sempat mencicipi minuman. Jadi, tidak ada pesta minuman keras di sekolah," tegas Tedi.

Dia juga menekankan bahwa siswi tersebut bukanlah peminum atau pembeli minuman keras, melainkan hanya ingin berbagi cerita dengan teman-temannya.

"Anak ini bukan pemabuk, dia hanya penasaran dan ingin bercerita. Dia juga merupakan anak yang baik, bukan siswa yang bermasalah," tambahnya.

Tedi mengatakan bahwa orang tua siswi tersebut telah dipanggil untuk pembinaan, dan mereka juga kaget mendengar kabar ini.

"Kami sudah membuat kesepakatan agar hal ini tidak terulang lagi. Pada hari Senin nanti, kami akan meminta Polda Jambi untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya kenakalan remaja, alkohol, dan narkoba," tutupnya.

Baca juga: Siswa SMP di Jambi Kedapatan Mabuk di Sekolah, Beredar Kabar Siswi yang Bawa Miras

Baca juga: Kronologi Puluhan Pelajar SMPN 10 Kota Jambi Minum Miras di Kelas

Baca juga: Puluhan Pelajar SMPN 10 Kota Jambi Minum Miras di Kelas saat Jam Istirahat

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved