Profil Tokoh

Profil Herindra, Kepala BIN yang Gantikan Budi Gunawan, Karier Militernya Mentereng di Kopassus

Sosok Letjen TNI (Purn) Herindra, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan.

Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Letjen TNI (Purn) Herindra 

Letjen TNI (Purn) Herindra

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Letjen TNI (Purn) Herindra, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan dari Kepala BIN, dan mengusulkan Letjen TNI (Purn) Herindra sebagai penggantinya.

Budi Gunawan disebut-sebut akan dilantik menjadi menteri kabinet Prabowo Subianto.

Hari ini Herindra hari ini akan menjalani  uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Rabu (16/10/2024).

"Sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi. Surpres (Surat Presiden) Pergantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra," kata Puan Maharani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2024).

Sebelum ditunjuk menggantikan Budi Gunawan, Herindra menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI.

Baca juga: Presiden Jokowi Berhentikan Budi Gunawan dari Kepala BIN, Disebut Akan Jadi Menteri Kabinet Prabowo

Baca juga: Sosok Budi Gunawan, Kepala BIN yang Dicopot Jokowi, Disebut Jadi Menteri Kabinet Prabowo Subianto

Sosok Herindra

Sosok Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, lahir 30 November 1964 di Magelang, Jawa Tengah.

Pensiunan Jenderal TNI saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Menhan Prabowo Subianto. Ia menjabat sejak 23 Desember 2020.

Herindra merupakan putera Herindra, Hudaya, seorang purnawirawan Letnan Kolonel yang bekerja di sebuah perusahaan pupuk.

Herindra menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Magelang.

Dia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMP Negeri 1 Magelang pada tahun 1980.

Kemudian pindah ke Jakarta, dan menyelesaikan pendidikan SMA di SMA 8 Jakarta pada tahun 1983.

Pendidikan Militer

Setelah lulus dari SMA, Herindra masuk Akademi Militer pada tahun yang sama setelah lulus SMA, yakni 1983.

Ia ditugaskan sebagai Letnan Dua Infanteri setelah lulus dari akademi tersebut, pada tahun 1987.

Ia adalah penerima penghargaan Adhi Makayasa, suatu penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap angkatan di akademi.

Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Herindra terpilih untuk bergabung dengan Kopassus, satuan pasukan khusus tentara Indonesia.

Dia menjalani pelatihan infanteri dan pasukan khusus sebelum bergabung dengan unit tersebut.

Baca juga: Vista Putri Ungkap Pengalaman Serupa dengan Rumah Tangga Baim Wong, Karena Paula Verhoeven?

Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung soal Uang Kamis 17 Oktober 2024: Shio Anjing, Shio Kambing, Shio Kelinci

Dalam karirnya kemudian, ia juga menerima pendidikan militer lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dari tahun 1999 hingga 2000, dan Sekolah Staf Angkatan Bersenjata Malaysia pada tahun 2011

Herindra memperoleh gelar master di bidang intelijen dan hubungan internasional dari Universitas Salford pada tahun 1994, dan gelar master di bidang ilmu sosial dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 2011.

Karier Militer

Lulus dari Akademi Mileter, Herindra memulai karirnya sebagai perwira muda untuk pelatihan dan organisasi di Kopassus.

Berbagai posisi komando dan non-komando yang disandangnya di Kopassus, termasuk tugas sebagai petugas informasi publik Kopassus pada tahun 2000.

Ia akhirnya mencapai pangkat Letnan Kolonel pada tahun 2001, dan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Kopassus ke-812, sebuah batalion pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme ke-81.

Herindra menjalani tugas militer pertamanya di luar Kopassus sebagai asisten senior intelijen di Kodam I/Bukit Barisan.

Kurang dari setahun kemudian, ia dipindahkan ke Bengkalis di Riau sebagai komandan distrik militer di kabupaten tersebut.

Herindra terlibat dalam pemberantasan pembalakan liar yang merajalela dan mengembalikan 27 ton kayu ilegal pada tahun 2005.

Ia ditugaskan kembali ke Akademi Militer pada tahun 2007, sebagai Wakil Komandan Korps Ttaruna.

Kurang dari setahun kemudian, pada tahun 2008, Herindra menjadi Asisten Intelijen Komandan Kopassus Pramono Edhie Wibowo.

Kemudian dirotasi ke Kodam Jaya pada tanggal 14 Mei 2009, untuk menduduki posisi yang sama.

Pada 29 Juli 2010, Herindra dicopot dari jabatannya sebagai Asisten Intelijen.

Baca juga: Membangkang dari PDIP, Maruarar Sirait dan Budiman Sudjatmiko Dapat Jatah Kursi di Kabinet Prabowo

Dia ditempatkan di Pusat Intelijen Angkatan Darat sebagai direktur penelitian dan pengembangan.

Setelah mendapat gelar master dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 2011, Herindra diangkat oleh Pramono Edhie Wibowo yang sudah lebih dulu menjadi KSAD sebagai koordinator staf pribadinya.

Herindra kembali ke jabatan teritorial pada tanggal 15 Juni 2012,  sebagai Komandan Korem 101/Antasari yang meliputi provinsi Kalimantan Selatan.

Selama bertugas di Kalimantan Selatan, Herindra membawahi perubahan di beberapa posisi penting di bidang militer.

Ia mengunjungi kabupaten-kabupaten di Kalimantan Selatan untuk memantapkan hubungan dengan pemerintah setempat.

Herindra juga menerima brevet kehormatan Bhayangkara Bahari Utama dari Ditpolair Polda Kalsel.

Pada 10 Juni 2013, Herindra diangkat menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Ia dilantik pada 8 Juli dan terus memegang jabatan ganda hingga 24 Juli.

Muhammad Herindra menikah dengan Eka Diyah Rusyati, seorang dokter gigi.

Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Arief Akbar Herlambang.

Pernikahan Arief pada Desember 2022 dihadiri Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang bertindak sebagai saksi pernikahan.

Riwayat Jabatan

Muhammad Herindra sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional.

Pa Org Lat Sima Grup II
Danton di Grup 1/Para Komando
Dan Unit 2 di Grup 1/Para Komando
Dansubtim 1 di Sat 81/Gultor
Dan Tim 1 di Sat 81/Gultor
Danmen 62 Yon 32 di Grup 3/Sandhi Yudha

Pasi 2 Yon 2/1/Grup 2 Kopassus
Kepala Urusan Latihan Khussus Staf Operasi Kopassus
Perwira Pelatih Sat 81/Gultor
Danden Bannik Grup 5 Kopassus
Danyon 512 Sat 81/Gultor
Danyonban Sat 81/Gultor

Pabandya Pam Staf Intelijen Kodam I/Bukit Barisan
Dandim 0303/Bengkalis
Wadanmentar Akmil
Asintel Danjen Kopassus (2008)
Asintel Kasdam Jaya (2009)
Dirlitbang Pusintelad

Pamen Denma Mabesad (Dik Luar Negeri)
Koorspri Kasad
Danrem 101/Antasari (2012—2013)
Wadanjen Kopassus[27] (2013–2015)
Kasdam III/Siliwangi (2015)

Danjen Kopassus (2015—2016)[28]
Pangdam III/Siliwangi[29] (2016—2017)
Pa Sahli Tk. III Bidang Hubint Panglima TNI[30] (2017—2018)
Irjen TNI (2018—2020)
Kasum TNI (2020)
Wamenhan RI (2020—2024)

 

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Viral Puluhan Kuburan di Indramayu Disegel, Pengadilan Negeri Ancam Lapor Polisi

Baca juga: Daftar 10 Perwira dan Purnawirawan TNI Calon Menteri dan Wamen, Ikut Dipanggil Prabowo Subianto

Baca juga: Viral Jalan di Beberapa Simpang di Kota Baru Jambi Macet Setiap Pagi Karena Proyek Kolam Retensi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved