Profil Tokoh

Profil Herindra, Kepala BIN yang Gantikan Budi Gunawan, Karier Militernya Mentereng di Kopassus

Sosok Letjen TNI (Purn) Herindra, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Budi Gunawan.

Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Letjen TNI (Purn) Herindra 

Ia ditugaskan sebagai Letnan Dua Infanteri setelah lulus dari akademi tersebut, pada tahun 1987.

Ia adalah penerima penghargaan Adhi Makayasa, suatu penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik dari setiap angkatan di akademi.

Setelah menyelesaikan pendidikan militernya, Herindra terpilih untuk bergabung dengan Kopassus, satuan pasukan khusus tentara Indonesia.

Dia menjalani pelatihan infanteri dan pasukan khusus sebelum bergabung dengan unit tersebut.

Baca juga: Vista Putri Ungkap Pengalaman Serupa dengan Rumah Tangga Baim Wong, Karena Paula Verhoeven?

Baca juga: 3 Shio Paling Beruntung soal Uang Kamis 17 Oktober 2024: Shio Anjing, Shio Kambing, Shio Kelinci

Dalam karirnya kemudian, ia juga menerima pendidikan militer lanjutan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat dari tahun 1999 hingga 2000, dan Sekolah Staf Angkatan Bersenjata Malaysia pada tahun 2011

Herindra memperoleh gelar master di bidang intelijen dan hubungan internasional dari Universitas Salford pada tahun 1994, dan gelar master di bidang ilmu sosial dari Universitas Nasional Malaysia pada tahun 2011.

Karier Militer

Lulus dari Akademi Mileter, Herindra memulai karirnya sebagai perwira muda untuk pelatihan dan organisasi di Kopassus.

Berbagai posisi komando dan non-komando yang disandangnya di Kopassus, termasuk tugas sebagai petugas informasi publik Kopassus pada tahun 2000.

Ia akhirnya mencapai pangkat Letnan Kolonel pada tahun 2001, dan menjadi Komandan Batalyon Infanteri Kopassus ke-812, sebuah batalion pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme ke-81.

Herindra menjalani tugas militer pertamanya di luar Kopassus sebagai asisten senior intelijen di Kodam I/Bukit Barisan.

Kurang dari setahun kemudian, ia dipindahkan ke Bengkalis di Riau sebagai komandan distrik militer di kabupaten tersebut.

Herindra terlibat dalam pemberantasan pembalakan liar yang merajalela dan mengembalikan 27 ton kayu ilegal pada tahun 2005.

Ia ditugaskan kembali ke Akademi Militer pada tahun 2007, sebagai Wakil Komandan Korps Ttaruna.

Kurang dari setahun kemudian, pada tahun 2008, Herindra menjadi Asisten Intelijen Komandan Kopassus Pramono Edhie Wibowo.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved