Berita Nasional

Respon Sejumlah Menteri Presiden Jokowi Kala Disebut Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

Sejumlah menteri di kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin disebut-sebut masuk dalam kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Sejumlah menteri di kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin disebut-sebut masuk dalam kabinet presiden dan wapres terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah menteri di kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin disebut-sebut masuk dalam kabinet presiden dan wapres terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Sebab belakangan sedang ramai perbincangan tentang sejumlah nama di media sosial terkait susunan menteri Prabowo-Gibran. 

Namun, pengumuman kabinet menteri Prabowo akan diumumkan sepekan lagi yakni 20 Oktober 2024.

Prabowo Subianti pun sudah membocorkan bahwa akan ada banyak menteri Presiden Jokowi sekarang yang akan kembali ditunjuk jadi menteri

Menteri Pertahanan itu bilang, dia memiliki nilai yang sama dengan Presiden Jokowi.

Sehingga masih akan mempercayai sejumlah nama menteri saat ini di kabinet pemerintahannya. 

"Kok saya melihat banyak juga ya menteri-menteri yang akan datang, banyak juga yang berada di kabinet yang sekarang," kata dia, dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta, Rabu (9/10/2024). 

Meski belum pasti, nama-nama menteri yang disebut-sebut akan dilanjut di antaranya adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

Baca juga: Jawaban Gibran saat Jokowi Disebut Intervensi Penyusunan Menteri, Prabowo Ingatkan Hal Ini

Baca juga: 35 Nama Potensial Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Posisi Menko Milik Ketum Partai

Lalu bagaimana respons para menteri kabinet Presiden Jokowi ketika ditanya jika ditawari akan lanjut di kabinet Prabowo-Gibran? 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 

Terkait potensi gabung dengan kabinet pemerintahan selanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut keputusan itu sepenuhnya berada di tangan Prabowo. 

"Saya kalau ditanya apakah lanjut atau tidak, saya enggak bisa memastikan karena itu adalah kewenangan prerogatif Bapak Presiden terpilih Prabowo," ujar Bahlil saat ditemui di sela-sela acara Malam Puncak HUT ke-79 Pertambangan dan Energi di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (10/10/2024). 

Meski dirinya hanya memimpin selama 1,5 bulan menjadi Menteri ESDM yang sebelumnya menjadi Menteri BKPM, Bahlil berharap ke depan pegawai Kementerian ESDM bisa semakin kompak dalam mengembangkan sektor ESDM. 

Terutama dalam meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas).

"Harapan saya, Kementerian ESDM, sekalipun saya baru satu bulan lebih, bisa lebih kompak, bisa bekerja sama kolaborasi untuk membangun dan mewujudkan target negara. Lifting migas naik, hilirisasi bisa berjalan sesuai arahan bapak presiden, dan memangkas aturan-aturan yang memperlambat," ucap Bahlil. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved