Kasus Penikaman Pensiunan TNI di Sulsel, Polisi Bingung dengan Keterangan Korban

Kasus penikaman pensiunan TNI, Subhan, di depan rumahnya di Kampung Beloparang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih menjad

|
ist
Ilustrasi Penikaman 

TRIBUNJAMBI.COM, BANTAENG - Kasus penikaman pensiunan TNI, Subhan, di depan rumahnya di Kampung Beloparang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih menjadi misteri.

Subhan ditikam oleh orang tidak dikenal sekitar pukul 02.20 Wita setelah pulang dari Posko Induk Pemenangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng nomor urut 1, M Fathul Fauzi Nurdin-Sahabuddin (Uji-SAH), pada Rabu (2/10/2024).

Sat Reskrim Polres Bantaeng mengalami kebingungan dalam penyelidikan karena keterangan korban yang sering berubah-ubah saat diperiksa.

"Kendala yang kita hadapi adalah keterangan korban yang tidak konsisten. Tiga kali diinterogasi, tiga kali pula keterangannya berbeda, ini membuat kami bingung," ujar Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Ahmad Marzuki, pada Selasa (8/10/2024).

Awalnya, Subhan mengklaim tidak mengetahui identitas pelaku, tetapi dalam interogasi berikutnya, ia memberikan pernyataan yang kontradiktif.

"Lokasi kejadian hanya 50 meter dari rumahnya, dan saat melihat OTK, dia sempat bertanya, 'oh kau kira siapa,' yang menunjukkan bahwa dia mungkin mengenali pelakunya, mengapa ia sebelumnya mengatakan tidak tahu," jelasnya.

Polisi juga menghadapi kendala lain, seperti penolakan Subhan untuk menyerahkan ponselnya untuk diperiksa.

"Kami ingin memeriksa HP-nya untuk mengetahui siapa yang dihubungi malam itu, tetapi dia belum bersedia memberikan," tambahnya.

Pihak kepolisian terus berusaha mengumpulkan bukti dengan mengambil keterangan dari saksi-saksi, meskipun tidak ada saksi kunci yang melihat peristiwa tersebut.

"Langkah-langkah yang kami ambil termasuk menginterogasi keluarga korban, menganalisis CCTV di sekitar lokasi, meskipun rekaman malam hari berbeda dengan siang hari," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden penikaman ini terjadi di tengah ketegangan menjelang pilkada Bantaeng 2024, di mana Subhan, yang merupakan simpatisan calon Bupati, diduga menjadi korban.

Luka yang dialami Subhan cukup serius, dengan hasil autopsi menunjukkan adanya luka tusuk di perut sebelah kiri.

"Ukuran luka tersebut 3.5 cm dan 1 cm ke dalam akibat benda tajam, yang menunjukkan bahwa dia memang ditikam," ungkapnya.

Namun, hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya tidak ingin mengaitkan kasus ini dengan pilkada.

"Kami fokus pada penyelidikan dan berusaha mencari tahu motif di balik kejadian ini," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved