Viral Event Day Run Pancasila di Bengkulu, Peserta Keluhkan Hadiah
Keluhan peserta Event Day Run Pancasila terkait hadiah yang tidak sesuai biaya pendaftaran menjadi viral. PASI dan KONI Bengkulu menanggapi.
TRIBUNJAMBI.COM - Event Day Run Pancasila yang diselenggarakan oleh EO Keringat Abadi menjadi sorotan publik setelah peserta mengeluhkan hadiah yang tidak sesuai dengan biaya pendaftaran.
Event lari maraton ini pun viral di media sosial, menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Bengkulu dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu.
Event Day Run Pancasila merupakan lomba lari maraton jarak jauh dengan beberapa kategori lari.
Kategori yang disediakan antara lain, Kategori Master Jarak 5 km dengan biaya pendaftaran Rp150 ribu.
Kategori Maraton Putra-Putri jarak 5 km dengan biaya Rp150 ribu, jarak 7 km dengan biaya Rp180 ribu, jarak 10 km dengan biaya Rp200 ribu.
Respon dari PASI Kota Bengkulu dan KONI Provinsi Bengkulu
Sekretaris PASI Kota Bengkulu, Rusmin, menyatakan bahwa keluhan yang muncul disebabkan oleh kurangnya persiapan dari EO Keringat Abadi.
Ia menyoroti tidak adanya informasi mengenai besaran hadiah juara pada pamflet yang dibagikan.
Rusmin yang juga berlisensi sebagai Wasit Atletik menekankan bahwa sertifikat yang diberikan seharusnya jelas dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh dinas terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga atau KONI.
Menurut Rusmin, panitia perlu menjelaskan detail hadiah dan benefit yang didapatkan peserta agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Alangkah baiknya sebelum mendaftar, peserta menanyakan secara detail apa yang didapat sehingga tidak ada lagi perbedaan persepsi dalam perlombaan," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Provinsi Bengkulu, Densi Purna Irawan, menegaskan bahwa event tersebut tidak dikoordinasikan dengan KONI, sehingga tidak termasuk dalam agenda resmi mereka.
Ia juga menyoroti kurangnya izin dari KONI Provinsi, Dispora, dan pihak terkait dalam penyelenggaraan event ini.
Ia berharap, ke depannya, setiap event yang berkaitan dengan olahraga harus berkoordinasi dengan pemerintah atau pihak terkait agar tidak mencoreng nama baik Provinsi Bengkulu.
Penjelasan EO dan Respon Peserta
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.