Sosok Faisal Basri, Ekonom Senior dan Politikus yang Meninggal Dunia Kamis Pagi

Ekonom sekaligus politikus Faisal Basri meninggal dunia, Kamis (5/9/2024) pagi. Dia meninggal dunia di usia 65 tahun setelah menjalani perawatan

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahen
Tokoh ekonom Faisal Nur Fiqih atau lebih dikenal sebagai Faisal Basri, hadir dalam program GASPOL Kompas.com pada Rabu (24/1/2024). 

TRIBUNJAMBI.COM - Ekonom sekaligus politikus Faisal Basri meninggal dunia, Kamis (5/9/2024) pagi.

Dia meninggal dunia di usia 65 tahun setelah menjalani perawatan di RS Mayapada, Jakarta Selatan sejak Senin (2/9/2024) kemarin.

Kabar meninggalnya Faisal Basri dikonfirmasi Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto. 

"Benar (Faisal Basri meninggal dunia). Infonya Senin kemarin dibawa ke RS. Infonya sakit sejak Senin," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Kamis.

Rencananya jenazah Faisal Basri akan diberangkatkan ke pemakaman dari Masjid Az Zahra, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Komplek Gudang Peluru Blok A 60, Jakarta Selatan, sesudah Ashar.

Faisal Basri meruakan politikus dan ekonom senior yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah.

Seperti apa sosok Faisal Basri?

Dilansir dari Kompas.id, Faisal Basri yang memiliki nama lengkap Faisal Batubara lahir di Bandung pada 6 November 1959.

Baca juga: Diduga Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Pool IMI Simp Rimbo Kota Jambi Kemarin Sore

Baca juga: Pilbup Batanghari Dipastikan Fadhil Arief-Bakhtiar vs Kotak Kosong, Bagaimana Skenarionya?

 Nama Basri dia ambil dari nama ayahnya, Hasan Basri Batubara, sebagai tanda penghormatan terhadap sang ayah.

Pria berdarah Batak Mandailing ini merupakan salah satu keponakan dari mantan Wakil Presiden RI Adam Malik.

Faisal meraih gelar sarjana ekonomi FEUI pada 1981 dan melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 hingga meraih gelar Magister of Arts (MA) bidang ekonomi dari Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat pada 1988.

Dia mengawali karier sebagai peneliti dengan pangkat Junior Research Assistant di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) pada 1981. 

Kariernya terus merangkak naik, hingga 1991 diangkat sebagai Wakil Direktur LPEM, dan dua tahun kemudian menjadi Direktur LPEM. 

Faisal juga sempat mengabdi di almamaternya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI). 

Di FE UI, Faisal sempat menduduki sejumlah posisi penting, salah satunya sebagai Kepala Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan UI periode 1995–1998. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved