Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 39

Simak kunci jawaban kelas 10 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka halaman 39.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Chanel Youtube Direktorat Sekolah Dasar
Aktivitas belajar mengajar 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut kunci jawaban kelas 10 SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Materi ini sesuai buku Kurikulum Merdeka halaman 39.

Berikut ini materi yang membahas tentang majas sindiran.

Perhatikanlah dialog berikut ini, lalu berilah tanggapanmu terhadap
pertanyaan yang diberikan!

Korupsi Kecil

Orlin : Ah, bosan sekali melihat berita isinya korupsi
setiap hari. Mau jadi apa negeri ini?
Andreas : Memang siapa saja yang korupsi?
Orlin : Siapa lagi kalau bukan para pejabat kaya. Sudah
punya banyak uang, tetap saja korupsi. Dasar
serakah!

Andreas : Memangnya kamu tidak pernah korupsi?
Orlin : Tak mungkinlah saya korupsi. Mana bisa orang
miskin seperti saya korupsi? Yang ada, saya
dikorupsi.

Andreas : Apa kau yakin? Korupsi kecil saja tidak pernah?
Orlin : Mana ada korupsi kecil? Mau besar atau kecil ya tetap saja korupsi.

Andreas : Apa kau lupa? Kemarin di kantin kulihat kau makan
empat kue, tapi hanya bayar untuk tiga kue.
Orlin : Ah, kecil saja itu, cuma lima ratus rupiah.
Andreas : Katanya tidak ada korupsi kecil.
Orlin : Ah, bisa saja kau ini.
a. Tulislah kalimat yang menggunakan majas sindiran pada dialog di
atas, lalu tentukan apa jenis majas yang dipakai?
b. Apakah penggunaan majas tersebut sudah tepat?
c. Gantilah penggunaan majas pada dialog di atas dengan
menggunakan kalimat kalian sendiri!

Jawaban

a. Kalimat yang menggunakan majas sindiran pada dialog di atas adalah:

"Siapa lagi kalau bukan para pejabat kaya. Sudah punya banyak uang, tetap saja korupsi. Dasar serakah!"
Jenis majas yang dipakai adalah majas sarkasme. Majas ini menggunakan kata-kata yang kasar atau meremehkan untuk menyindir.

b. Penggunaan majas tersebut sudah tepat. Majas sarkasme digunakan untuk menyindir Orlin yang mengatakan bahwa korupsi kecil tidak ada. Kata-kata "dasar serakah" yang ditujukan kepada pejabat kaya merupakan kata-kata yang kasar dan meremehkan. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan ketidaksetujuan Andreas terhadap pernyataan Orlin.

c. Berikut adalah contoh penggantian penggunaan majas pada dialog di atas dengan menggunakan kalimat saya sendiri:

Kalimat asli: "Siapa lagi kalau bukan para pejabat kaya. Sudah punya banyak uang, tetap saja korupsi. Dasar serakah!"
Kalimat pengganti: "Tentu saja para pejabat kaya. Mereka sudah kaya raya, tapi masih saja korupsi. Benar-benar tidak tahu diri!"
Pada kalimat pengganti, saya menggunakan kata "tidak tahu diri" untuk menyindir pejabat kaya yang korupsi. Kata ini merupakan kata yang merendahkan dan menunjukkan ketidaksetujuan terhadap perilaku pejabat kaya tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved