Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Viral Pemuda Tewas Usai Pesta Miras Dicampur Parfum, 5 Orang Lainnya Sesak Nafas

Ditemukan juga sampel muntahan di lingkungan Dusun Paremono dan rumah MF yang menjadi barang bukti.

Tayang:
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Viral pemuda di Magelang tewas usai pesta miras oplosan campur parfum. 

TRIBUNJAMBI.COM - Viral pemuda di Magelang tewas usai pesta miras oplosan campur parfum.

Bahkan sebelum tewas, pemuda tersebut sempat menantang Ketua RT yang menegurnya.

Hingga akhirnya satu orang meninggal dan empat orang dirawat intensif di rumah sakit usai menenggak miras oplosan di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kejadian bermula pada Minggu (25/8/2024) malam, ketika tujuh pemuda menggelar pesta miras di lingkungan Dusun/Desa Paremono, Mungkid.

Sementara itu, Kapolsek Mungkid, AKP Maryanto menyebut lima orang diantara pemuda tersebut mengalami sesak nafas dan muntah sepanjang Senin (26/8/2024)

"Hasil pemeriksaan diduga minuman keras oplosan dicampur dengan parfum atau minyak wangi," ungkap Maryanto.

Baca juga: Viral Kisah Tuna Netra Berjualan Perabot Rumah, Sering Menghadapi Penipuan

Baca juga: Bunga Zainal Ditipu Rp 15 Miliar oleh Teman Dekatnya, Kedua Anaknya Minta Ibunya Sabar

Baca juga: Nikita Mirzani Bongkar Pria yang Hamili Lolly, Hati Nyai Hancur: Saya Diem Lo dari Kemarin

Saat ini masih ada empat orang yang dirawat intensif di rumah sakit.

Mereka adalah MF (25), AM (25), dan AB (yang berusia belasan tahun) di RSUD Muntilan, sementara WOT (20) dirawat di RSUD Merah Putih.

Maryanto menyatakan bahwa minuman keras tersebut diduga didapat dari Kabupaten Purworejo.

Namun, ia belum bisa memastikan jumlah takaran miras karena masih dalam penyelidikan.

Ditemukan juga sampel muntahan di lingkungan Dusun Paremono dan rumah MF yang menjadi barang bukti.

Pada Selasa pagi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah MF.

Di sana juga ditemukan minyak wangi yang diduga menjadi bahan oplosan.

Muslih (43), ketua RT 04 Dusun Paremono mengaku, lingkungannya sudah sering menjadi tempat mabuk-mabukan oleh para korban.

Warga, katanya, sudah lelah menegur mereka karena tidak jera.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved