Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 16 Agustus 2024 - Paling Hina Menjadi Mulia

Bacaan ayat: 1 Timotius 1:15 (TB)  Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 16 Agustus 2024 - Paling Hina Menjadi Mulia

Bacaan ayat: 1 Timotius 1:15 (TB)  Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Terkait dengan pengalaman buruk dimasa lalu, banyak orang mencoba melupakan namun gagal. Trauma berkepanjangan terjadi, dan menjadi penghalang untuk berkembang dimasa depan. Upaya melupakan gagal total.

Sebab melupakan menjadi tindakan terselubung untuk menyangkal bahwa peristiwa yang dimaksud tidak pernah terjadi. Disini menjadi dilema: diingat akan terus menyakitkan, dilupakan namun gagal untuk melupakan. 

Faktanya, seseorang menjadi seperti hari ini tidak bisa lepas dari berbagai pengalaman yang telah terjadi. Tentu termasuk didalamnya, segala pengalaman buruk yang hendak dilupakan.

Paulus adalah seorang penganiaya jemaat sebelum bertobat. Dia seorang ahli Taurat yang bersemangat untuk menjaga ajaran yang benar dari penyesatan.

Tindakan menganiaya jemaat, dengan menyeret orang percaya ke dalam penjara adalah pilihan sadar, normal dan logis, sesuai dengan apa yang diyakininya. 

Tentu telah banyak yang menjadi korban keberingasannya! Tidak tanggun-tanggung, bahwa tindakannya legal secara hukum, sehingga membuatnya dianggap sebagai pahlawan. 

Segalanya berubah, ketika ia mengalami penglihatan dan menjadi percaya. 

Kebutaannya menjadi kesempatan berharga, membuatnya paham apa yang sedang Allah karyakan bagi kehidupannya. Ia belajar dari orang percaya untuk mengenal, siapa Yesus yang sesungguhnya. 

Modalnya sebagai seorang ahli Taurat membuatnya lebih bersemangat dibandingkan dengan para murid yang lain. Tiga kali perjalanan perkunjungan ia lakukan untuk jemaat-jemaat yang tersebar. 

Tiga belas surat ia tulis untuk menggembalakan jemaat yang mengalami pergumulan. Beberapa rumusan iman menjadi warisan berharga bagi gereja untuk membangun kehidupan jemaat di kemudian hari. 

Bagaimana sikapnya dengan pengalaman masa lalu yang telah dia alami? Adakah upaya untuk melupakan? Tidak, sebaliknya ia memberikan makna baru terhadap masa lalu sebagai alat untuk menyatakan kebenaran.

Ia tidak malu dengan kejahatan yang pernah ia lakukan sebagai penganiaya jemaat; sebaliknya pengalaman tersebut menjadi alat baginya untuk menegaskan tentang kesabaran dan kasih karunia yang telah Allah lakukan dalam hidupnya. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved