17 Polisi Melanggar Etik, Tapi Kapolda Sebut Kematian Afif di Padang Karena Melompat dari Jembatan
Meski ada 17 polisi Ditsamapta Polda Sumbar terbukti melanggar kode etik saat mengamankan 18 remaja terduga pelaku tawuran di Padang, namun kematian
TRIBUNJAMBI.COM - Meski ada 17 polisi Ditsamapta Polda Sumbar terbukti melanggar kode etik saat mengamankan 18 remaja terduga pelaku tawuran di Padang, namun kematian Afif Maulana (13) disebut karena meloncat dari jembatan.
Kapolda Sumbar Irjen Suharyono menyebutkan hasil otopsi siswa SMP itu meninggal dunia akibat tulang iga patah setelah melompat dari jembatan.
Kata Suhartoyo, tulang iga yang patah itu menyusuk paru-paru.
"Penyebab kematiannya adalah karena patah tulang iga dan merobek paru-paru itu," kata Suharyono di Padang, Minggu (30/6/2024).
Ia mengatakan terdapat patah tulang iga belakang bagian kiri sebanyak 6 ruas yang kemudian menusuk paru-paru sehingga korban tewas.
Suharyono menambahkan, berdasarkan hasil visum luar, memang ada lecet-lecet dan luka memar pada tubuh korban.
Baca juga: Apa Kabar Pelabuhan Ujung Jabung? Kementerian Perhubungan Minta Pengerjaan Menggunakan Sistem KPBO
Baca juga: Pensiunan Guru Viral Kembalikan Gaji Rp 75 Juta ke Negara Dipanggil DPRD Muaro Jambi
Namun, berdasarkan ahli forensik, kata dia, lebam tersebut muncul karena jenazah Afif ditemukan setelah sekitar 9 jam.
"Keterangan dokter forensik itu lebam mayat akibat telah meninggal beberapa jam sebelumnya," ungkapnya, dikutip dari Kompas.com.
Kronologi Peristiwa Berdasarkan Saksi Kunci
Suharyono berkata, Afif diduga ikut tawuran dan kabur saat dibubarkan tim Sabhara Polda Sumbar lalu melompat dari jembatan.
Dugaan tersebut, kata dia, disampaikan saksi kunci berinisial A yang berboncengan sepeda motor dengan korban saat kejadian pada Minggu, 9 Juni 2024.
Berdasarkan keterangan A, menurut Suharyono, ketika berada di atas jembatan Kuranji, korban dan saksi A terjatuh.
Korban kemudian mengajak saksi A untuk melompat dari jembatan namun ditolak oleh A.
"Saksi kunci A menolak ajakan korban untuk melompat dari jembatan dan lebih memilih untuk menyerahkan diri ke polisi, ini sesuai dengan keterangan saksi A," ucap Suharyono, Minggu.
Suharyono menyebut A sejatinya telah memberi tahu polisi dua kali mengenai temannya yang berniat terjun dari atas jembatan.
Apa Kabar Pelabuhan Ujung Jabung? Kementerian Perhubungan Minta Pengerjaan Menggunakan Sistem KPBU |
![]() |
---|
Siap Nikahi Sarah Menzel, Ini Sumber Penghasilan Azriel Hermansyah: Kelola Beberapa Bisnis |
![]() |
---|
Pensiunan Guru Viral Kembalikan Gaji Rp 75 Juta ke Negara Dipanggil DPRD Muaro Jambi |
![]() |
---|
Viral Cek Khodam di TikTok, Ustaz Faizar: Islam Sangat Melarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.