Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batanghari

20 Desa di Batanghari Belum ODF

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, saat ini masih tersisa 20 desa yang masyarakatnya masih melakukan aktivitas Buang Air Besar (BA

|
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Srituti
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Sari Yuli Andarin 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, saat ini masih tersisa 20 desa yang masyarakatnya masih melakukan aktivitas Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Sari Yuli Andarini mengatakan bahwa pihaknya menargetkan di tahun 2024 ini seluruh wilayah di Kabupaten Batanghari dapat bebas dari kegiatan BAB sembarangan atau open defecation free (ODF).

"Tahun ini kita sudah 87 persen, dari 124 desa dan kelurahan kita masih ada PR 20 desa lagi yang belum ODF," ujarnya.

Sari mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa serta pelayanan kesehatan yang ada di desa untuk melakukan komitmen ODF.

"Puskesmas melalui petugas kita nanti melakukan sosialisasi kemudian melakukan pertemuan dengan stakeholder di desa untuk membantu masyarakat yang tidak lagi buang air besar sembarangan," kata Sari.

Lebih lanjut, Sari mengatakan bahwa saat ini belum 100 persen masyarakat Kabupaten Batanghari memiliki jamban sendiri. Melainkan akses ke jamban sehat.

"Kita harap dari sosialisasi teman-teman di Puskesmas dapat meningkatkan kesadaran agar masyarakat beralih dari buang air sembarangan ke jamban sehat," jelasnya.

Sari mengatakan bahwa Kabupaten Batanghari salah satu wilayah di Provinsi Jambi yang capaian ODF nya tertinggi.

Ia berharap, kepada masyarakat di Kabupaten Batanghari khususnya di 20 desa yang belum ODF agar dapat membiasakan pola hidup sehat salah satunya dengan aktivitas buang air besar di jamban yang layak atau sehat.

"Untuk masyarakat yang jelas buang air besar sembarangan itu tidak sehat, karena di kotoran manusia itu banyak sekali sumber penyakitnya maka diharapkan agar masyarakat agar beralih untuk buang air besar di jamban walaupun masih akses ataupun numpang," ujarnya.

Baca juga: Disdik Povinsi Jambi Pastikan Tidak Ada PPDB Tahap 2

Baca juga: Pj Bupati Tebo Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved