Berita Muaro Jambi

Tempuh Perjalanan Panjang pakai Motor Butut, Wanita Asal Riau Melahirkan di Muaro Jambi

Seorang ibu-ibu Asal Keritang Indragiri Hilir Provinsi Riau melahirkan dipinggir jalan lintas Timur Jambi

|
Penulis: Muzakkir | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi/Muzakkir
Warga Desa Bukit Baling Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi dibuat heboh dengan adanya seorang ibu-ibu yang melahirkan dipinggir jalan. 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir 


TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Setelah menempuh perjalanan panjang, seorang ibu-ibu Asal Keritang Indragiri Hilir Provinsi Riau melahirkan dipinggir jalan lintas Timur Jambi. 

Peristiwa ini terjadi di Desa Bukit Baling Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi.

Ibu-ibu itu rencananya akan ke Peninggalan Sumatera Selatan.

Rencananya dia akan melahirkan Sumatera Selatan, namun baru sampai di Bukit Baling, dia sudah melahirkan.

Dari Keritang dia mengendarai sepeda motor butut jenis Yamaha Vega R. Diperjalanan dia bersama sang suami dan dua anaknya sempat beberapa kali berhenti, namun dia takut untuk meminta pertolongan warga, apalagi kondisi pada larut malam.


Lokasi melahirkannya sekitar 50 meter dari jalan aspal, tepatnya didalam semak-semak. Jika dari arah Tungkal ke Jambi, posisinya disebelah kiri jalan, disekitar TKP ada RAM penimbangan Buah kelapa sawit.  Jauh dari pemukiman warga.


Saat melahirkan, ibu tersebut beralaskan sehelai handuk dan disaksikan dua orang putrinya yang masih balita.

Jika mereka terus berjalan, tidak sampai 10 menit sudah sampai di Ibukota Muaro Jambi yaitu jalur dua Sengeti. Disekitar itu ada rumah sakit umum Ahmad Ripin milik Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Disana bisa melahirkan dengan bantuan medis. 


Sebelum sampai ke RS Ahmad Ripin, akan melewati beberapa rumah bersalin. Namun kemungkinan malam hari, keluarga tersebut tidak sempat kesana lagi. Bayi dalam kandungan ibunya minta lahiran sewaktu itu juga.


Jika dilihat dari google map, dari Keritang ke TKP hampir 5 jam perjalanan, sementara dari TKP ketempat tujuan sekitar tiga setengah jam lebih. Itu jika perjalanan mulus.


Keluarga itu merupakan keluarga tak mampu. Kesehariannya ia hanya bekerja sebagai buruh harian lepas atau serabutan.


Dari rumah, suaminya hanya membawa uang dari rumah sekitar Rp 300 ribu. Uang tersebut diperuntukkan untuk membeli minyak sepeda motor makan dan jajan anak selama di perjalanan dan sekarang sisa uang tersebut hanya Rp 150 ribu.

"Mereka pakai motor bonceng 4, suaminya, isterinya dan aknya dua orang, umur 4 tahun dan 2 tahun. Anaknya juga menyaksikan ibunya melahirkan," kata Arja'i warga yang membantu proses persalinan.

Menurut Arja'i, yang pertama kali mengetahui adanya warga yang melahirkan adalah pamannya yang bernama Jay. Saat itu dirinya tengah jaga malam di Ram Sawit PT.EWF KM 29 Bukit Baling.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved