Advertorial

Sosialisasi dan KEI Program Bahagia Kencana BKKBN Jambi di Jaluko

Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja TA 2024 Di Provinsi Jambi Lapangan Voli RT 07, Desa Mendalo Darat, Kec. Jambi

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja TA 2024 Di Provinsi Jambi Lapangan Voli RT 07, Desa Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kota Jambi. 

BKKBN Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja TA 2024 Di Provinsi Jambi Lapangan Voli RT 07, Desa Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kota Jambi.

Acara ini dihadiri oleh Perwakilan BKKBN RI , Muktiani Asri Ningrum, S.Sos., M.P.H. Penata KKB Ahli Madya Direktorat KIE, Kepala Bidang ADPIN DPPKB Kota Jambi, Verdianof, dan dihadiri oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Insyah Yulikah, S.Psi., M.Sc serta mitra kerja BKKBN yaitu Bapak Drs. H. Zulfikar Achmad.

“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang,” ujar Perwakilan BKKBN Jambi Insyah Yulikah, S.Psi., M.Sc.

Ada beberapa langkah yang dapat ibu dan bapak terapkan kepada anak yang terlanjur ada didalam kondisi stunting.

Dengan memastikan anak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang kaya protein hewani, lemak, dan kalori, perbanyak konsumsi sayuran dan buah.

Baca juga: BKKBN Gelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Simpang III Sipin Kota Jambi

Baca juga: KPU Provinsi Jambi Akan Rekrut 9.913 Pantarlih Pilkada Serentak 2024

Dari sisi pola asuh, edukasi orang tua tentang kesehatan reproduksi dan gizi, berikan imunisasi secara rutin. Lalu dari sisi sanitasi dan akses air bersih bukan hanya orang tua saja yang menerapkan hal ini, melainkan seluruh masyarakat yang harus andil untuk memastikan lingkungan rumah memiliki sanitasi yang baik dan upayakan akses air bersih untuk mengurangi risiko infeksi.

”Peran orang tua, lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap masa depan anak, terutama dalam kesehatan anak, anak yang terdampak stunting banyak yang tidak mendapatka pola makan dan gizi yang baik. Ujar mitra kerja BKKBN yaitu Bapak Drs. H. Zulfikar Achmad.

Berikan protein hewani dan nabati sejak usia 6 bulan, Pastikan telur, daging, dan ikan dimasak dengan benar, Hindari memberikan jus buah pada anak di bawah 1 tahun (sebaiknya berikan buah potong), madu dapat diberikan setelah anak berusia 1 tahun, itu adalah beberapa yang harus orang tua perhatikan.

Makanan bergizi tidak selalu makanan yang mahal, seprti tempe dan tahu, sumber protein nabati yang kaya akan zat besi. Tempe mengandung 14 gram protein per 100 gram, sedangkan tahu mengandung 10,9 gram protein.

Kacang hijau dan kacang tanah mengandung protein dan nutrisi penting. Kacang hijau memiliki 8,7 gram protein per 100 gram, sementara kacang tanah mengandung 9 gram protein dalam seperempat cangkir, nasi, kentang, oatmeal, ubi jalar, dan singkong, sayuran dan suah-buahan dan kemudian Pastikan anak minum 1,5 hingga 2 liter air per hari. (adv)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: KPU Provinsi Jambi Akan Rekrut 9.913 Pantarlih Pilkada Serentak 2024

Baca juga: Chandrika Chika Bebas usai 2 Bulan Jalani Rehabilitasi karena Penyalahgunaan Narkoba

Baca juga: BKKBN Gelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana di Simpang III Sipin Kota Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved