Berita Politik

Maulana Vs HAR Vs Budi Setiawan, Siapa Unggul Di Pilwako Jambi? Ini Kata Pengamat

Kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024 semakin menarik dan seru usai H Abdul Rahman (HAR) resmi memperoleh rekomendasi dari NasDem.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Rohmayana
Tribunjambi.com/ Danang Noprianto
Budi Setiawan, H A Rahman, dan Maulana 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024 semakin menarik dan seru usai H Abdul Rahman (HAR) resmi memperoleh rekomendasi dari NasDem maju di ajang lima tahunan ini.

Selain HAR, dua kandidat kuat lain yakni Maulana dan Budi Setiawan kini juga tengah berupaya menggandeng sejumlah partai untuk memastikan diri sebagai peserta pada Pilkada serentak 2024 November mendatang.

Maulana yang telah didukung PAN dan PKS serta PBB dirasa juga sudah memenuhi persyaratan 9 kursi jika tak ada perubahan peta koalisi kedepan.

Sementara Budi Setiawan yang kini telah mendapatkan surat tugas dari Golkar yang memiliki 8 kursi membutuhkan 1 kursi lagi untuk bisa maju di Pilwako.

Dan HAR yang resmi mengantongi 6 kursi NasDem hanya menbutuhkan 3 kursi lagi, namun ia mengungkapkan bahwa pekan depan akan ada partai yang akan memberikan rekomendasi kepada dirinya.

Namun dengan kondisi dukungan partai politik saat ini yang masih saling berharap dukungan, bagaimana keunggulan masing-masing kandidat jika bersaing di Pilwako Jambi.

Pengamat Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin HM mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada garis lurus antara banyaknya dukungan partai politik terhadap kemenangan di Pilkada.

Baca juga: Adu Kuat 3 Tokoh Jelang Pilwako Jambi, Misteri Wakil & Parpol Pendukung Maulana, HAR, Budi Setiawan

Baca juga: H Abdul Rahman Incar Dukungan 5 Partai ini Pasca Resmi Dapat Rekom NasDem untuk Pilwako Jambi

Menurut Pahrudin banyaknya partai yang mendukung nantinya bukan menjadi jaminan kandidat tersebut akan menang, karena ada banyak kasus kandidat yang didukung minoritas partai tapi bisa menang.

Tetapi yang lebih penting kata Pahrudin untuk konteks Pilkada adalah dukungan masyarakat secara luas.

"Dukungan partai politik itu sebetulnya aspek administrasi saja, yang penting adalah dukungan masyarakat luas," ucapnya, Minggu (9/6/2024).

Dalam konteks kontestasi di Pilwako Jambi, berbagai riset dan survei saat ini memang masih menempatkan Maulana sebagai kandidat yang paling unggul untuk bisa menjadi Wali Kota.

Karena sampai dengan hari ini Maulana memiliki dukungan partai dengan 9 kursi di DPRD, dan yang sudah memenuhi persyaratan pendaftaran ke KPU.

Dan Ia memprediksi jumlah partai politik yang akan merapat ke Maulana berkemungkinan bertambah.

Sedangkan Budi, saat ini baru memperoleh surat tugas dari Golkar, belum rekomendasi secara resmi.

Ditambah dalam survei internal Golkar, justru menempatkan Maulana di posisi teratas, dengan margin yang cukup jauh dengan Budi Setiawan di posisi kedua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved