Pilbup Kerinci

Profil Monadi Bakal Calon Bupati Kerinci, dari STPDN Korbankan Jabatan PNS Demi Membangun Kerinci

Nama Monadi santer dibicarakan masyarakat Kabupaten Kerinci, lantaran telah bertekad maju bertarung dalam kontestasi Pilkada Kerinci 2024.

|
Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Monadi Bakal Calon Bupati Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Nama Monadi santer dibicarakan masyarakat Kabupaten Kerinci, lantaran telah bertekad maju bertarung dalam kontestasi Pilkada Kerinci 2024.

Ia telah mendaftar ke beberapa Parpol untuk dapat diusung pada pilkada Kerinci nanti.

Anak mantan Bupati Kerinci, Murasman tumbuh dalam keluarga yang mendukung cita-citanya.

Berkat pengalaman luas dan latar belakang pendidikan yang kokoh, suami dari Novra Wenti yang merupakan anak dari mantan Sekda Kerinci, Syarifuddin (alm), siap membawa perubahan bagi kabupaten Kerinci.

Bapak tiga anak ini juga memiliki jejak rekam panjang di lingkup pemerintahan.

Setelah menamatkan pendidikan SMA di SMAN 1 Sungai Penuh pada 1994, pria kelahiran 1972 ini, melanjutkan pendidikannya di STPDN Jatinangor. Tidak lama berselang, dia meneruskan studi di STIA-LAN Bandung.

Untuk mendalami pengalamannya di bidang pemerintahan, Monadi berguru di Universitas Satyagama, Jakarta. Ini sekaligus mengantarkannya memiliki gelar pasca sarjana (S2) ilmu pemerintahan pertama di Kerinci.

Meski terlahir sebagai anak bupati, dan menantu seorang mantan Sekda, tidak lantas membuat karir Monadi langsung melejit begitu saja.

Untuk menempa kemampuannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Monadi memulai karirnya dari bawah.

Mengawali karir sebagai Sekretaris Kelurahan Dusun Baru selama dua tahun. Monadi sempat malang melintang di beberapa kantor. Termasuk sebagai staf, kasi, kasubbag, camat, kaban, sampai akhirnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan.

Selama mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, Monadi banyak melakukan gebrakan untuk memajukan sektor pendidikan, sehingga pendidikan di Kerinci saat itu terus berkembang.

Diantaranya dengan memberikan penghargaan dan umroh gratis, kepada kepala sekolah dan guru yang berprestasi. Siswa kurang mampu, juga diberikan beasiswa agar tetap bisa melanjutkan sekolah.

Guru yang sudah memenuhi persyaratan, diberikan kemudahan untuk mendapatkan tunjangan sertivikasi, sehingga kesejahteraan guru terjamin. Tidak mengherankan, sampai saat ini kepemimpinannya masih dikenang oleh para guru.

Demikian juga ketika dirinya menjadi camat. Monadi tidak segan-segan turun langsung ke masyarakat, dan selalu memberikan kemudahan serta bantuan, sehingga ini terjalin hubungan silaturrahmi yang erat antara dirinya dengan masyarakat.

Ini memberikan pengalaman yang sangat luar biasa dan menjadi bekal saat menjadi pemimpin nantinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved