Sedang Viral, Lelaki Bilang Jadi Anggota PPS di Kerinci Harus Setor Uang

Video tersebut telah berkali-kali dibagikan banyak akun media sosial. Pertama kali dibagikan oleh akun instagram karinkimberlly. Hingga Selasa (28/5)

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
ISTIMEWA
Video lelaki mengatakan untuk jadi Anggota PPS di Kerinci harus menyetor sejumlah uang, beredar di media sosial. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Setelah pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Kerinci, video seorang lelaki yang mengatakan untuk menjadi anggota PPS harus bayar sejumlah uang viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, lelaki yang bertelanjang dada dan kepalanya ditutup handuk itu merengek meminta tolong kepada presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dia mengatakan di Kabupaten Kerinci, untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) harus menyogok.

Bukan hanya PPPK, kini untuk menjadi PPS juga pun harus menyogok. Jika tidak, dipastikan tidak akan lulus.

"Alaah Pak Prabowo kimak (lihat) kamai (kami) Kincai P3K disogok, minin (sekarang) PPS pulo yang disogok. Ilailahaillallah ambik akau piyo kami Kincai mudel ini (ambik aku kenapa kami Kerinci seperti ini)," ujar lelaki yang sepintas bergaya seperti perempuan.

Video tersebut telah berkali-kali dibagikan banyak akun media sosial.

Pertama kali dibagikan oleh akun instagram karinkimberlly. Hingga Selasa (28/5) malam, video tersebut telah ditonton lebih dari 100 ribu kali.

Tribun Jambi menelusuri kebenaran kabar yang bererdar tersebut.

Beberapa narasumber menyebutkan bahwa untuk menjadi anggota PPS di Kerinci harus membayar sejumlah uang, itu sudah menjadi rahasia umum.

Kisaran uang yang harus disetor, yakni Rp2 juta hingga Rp3 juta.

"Bayar Rp2 juta, kalau melalui perantara Rp3 juta," ujar warga yang tidak bersedia namanya dituliskan.

Dia juga mengatakan membayar sejumlah uang untuk meloloskan keluarganya menjadi anggota PPS.

Tribun mengonfirmasi Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kerinci, Husni Irham, perihal kabar yang beredar tersebut.

Husni mengatakan, jika memang ada yang janggal terkait penerimaan PPS, maka masyarakat bisa langsung melaporkannya.

"Tes kami lakukan secara terbuka. Dan di setiap tahapan tes, kami juga beri kesempatan kepada masyarakat utk memberikan tanggapan," ungkapnya singkat. (pit)

Baca juga: Konstelasi Parpol di DPRD Kota Jambi Geser, Bandingkan Kursi 2024-2029 dengan 2014 s/d 2024

Baca juga: Ridwan Kamil Blak-blakan Soal Kemenangan Pasangan 02 dan Investor IKN Nusantara, Seri I

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved