Partai Simpan Kartu As di Pilgub Jambi? PKB, PKS, Demokrat, Golkar, Gerindra Belum Beri Rekomendasi

Hingga kini, Partai Golkar menjadi satu-satunya partai besar yang belum membuka penjaringan bakal calon Gubernur Jambi untuk Pilgub Jambi 2024.

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Warta Kota/Alex Suban
ILUSTRASI kartu As 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa partai politik (parpol) besar di Provinsi Jambi, hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi untuk bakal calon kepala daerah (bacakada) yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jambi 2024.

Tercatat, yang sudah memberi rekomendasi, yaitu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi, antara lain Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Gerindra.

Sejumlah dugaan muncul terkait lamanya waktu parpol mengeluarkan rekomendasi, karena menyimpan calon atau ingin jadi kartu As di kontestasi. Apa alasan dari partai?

Hingga kini, Partai Golkar menjadi satu-satunya partai besar yang belum membuka penjaringan bakal calon Gubernur Jambi untuk Pilkada Serentak 2024.

Meski begitu, DPP Partai Golkar sudah memberikan surat tugas kepada sejumlah kader untuk dapat bersosialisasi menuju pilkada serentak di Provinsi Jambi sejumlah 13 orang kader.

Namun, surat tugas tersebut belum menjamin kader untuk diusung Partai Golkar, karena masih harus melalui beberapa tahap.

Kepada Tribun, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Provinsi Jambi, Joni Ismed, mengatakan untuk mendapatkan rekomendasi sosok yang akan diusung, Golkar akan melakukan beberapa tahapan.

Pertama, survei kandidat.

"Jadi, di Golkar itu ada aturan tentang pelaksanaan pilkada, menjelang pilkada, satu, akan diadakan survei tiga kali oleh lembaga survei yang ditunjuk oleh DPP Partai Golkar," ungkapnya, Minggu (26/5).

Survei mulai dilaksanakan pada April lalu dan dilaksanakan dalam waktu empat bulan, hingga Juli.

Berdasarkan survei, Golkar akan menentukan nama yang ditunjuk untuk jadi calon kepala daerah. "Yang ditunjuk itu yang memenuhi elektabilitas yang tinggi, untuk kader Golkar," ucapnya.

Di samping kader Golkar yang diberikan surat tugas bersosialisasi, tim survei juga bekerja untuk melihat elektabilitasnya.

Jika hasil survei menunjukan kader yang diberikan surat tugas itu elektabilitasnya tinggi, maka otomatis akan diusung sebagai kepala daerah.

Namun, jika elektabilitasnya rendah, maka Golkar akan berkoalisi dengan kandidat eksternal yang elektabilitasnya tinggi.

"Golkar akan menunjuk kadernya yang elektabilitasnya tinggi. Bila tidak memungkinan, maka Partai Golkar akan berkoalisi dengan kandidat yang elektabilitasnya tinggi di luar Partai Golkar," ungkapnya.

Kemudian, Golkar akan mempertimbangkan juga, bila tidak berkoalisi, Golkar akan memberikan pilihan yang mendapatkan rekomendasi Golkar untuk menjadi kader partai atau "digolkarkan".

Anggota DPRD Kota Jambi itu mengatakan Golkar juga akan membuka pendaftaran, namun saat tiga tahap survei tersebut rampung dilakukan.

"Itu sekitar bulan tujuh (Juli), tapi dibuka itu saat ada rekomendasi untuk didaftarkan ke KPU. Jadi begitu dibuka, besoknya keluar rekomendasi," ungkapnya.

Namun, Joni bilang, keputusan tetap berada di DPP Partai Golkar setelah mempertinbangkan hasil survei dan mempertimbangkan catatan DPD Provinsi Jambi.

"Jadi DPD Golkar Provinsi Jambi dengan seluruh perangkatnya akan memberikan catatan, masukan, pertimbangan, merekomendasi nama ke DPP. Nanti, DPP berdasarkan hasil survei, menganalisis calon-calon yang diberi tugas kemarin, sejauh mana peluang kemenangan," jelasnya.

Kata Joni Ismed, rekomendasi dari DPP akan dikeluarkan sekitar bulan Juli.

"Kita ini mau menang, yang penting Partai Golkar bisa memenangkan pertarungan pilkada, itu catatan DPP," tambahnya.

Terkait soal kejutan dan menyimpan calon di akhir untuk menjadi kartu AS, Joni mengatakan hal tersebut bisa jadi.

"Bisa jadi, tergantung dinamika di lapangan nanti. Tergantung hasil survei dan tergantung kesimpulan dari DPP," tuturnya.

PKS Keluarkan Juli

Di DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jambi, partai ini telah menerima pendaftaran Al Haris dan Romi Hariyanto sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi beberapa waktu lalu.

Namun hingga kini, belum menentukan siapa yang nantinya akan diusung pada Pilgub Jambi 2024.

Sekretaris DPW PKS Provinsi Jambi, Mustaharuddin, mengatakan prosesnya masih ada di DPW, belum diusulkan ke DPP.

"Ini kan proses, kita juga lagi melengkapi, ada beberapa bahan yang dilengkapi, jadi itu segera akan kita usulkan," ujarnya, Minggu (26/5).

PKS sedang mempersiapkan berkas dari para bakal calon kepala daerah (bacakada) untuk segera dikirim ke DPP.

Dia berharap pekan depan sudah diusulkan ke DPP. "Kami berharap minggu depan sudah kita usulkan," lanjutnya.

Mustaharuddin mengungkapkan untuk Pilgub Jambi, PKS menerima tiga bakal calon. Untuk bacagub ada nama Al Haris, Romi Hariyanto dan di bacawagub ada Hapiz Aima.

"Cuma yang nanti kita tindak lanjuti, masih nunggu konsultasi dengan DPP lah siapa baiknya," ungkapnya.

Terkait berapa waktu prosesn DPP memutuskan siapa yang diusung, Wakil Ketua DPRD Tebo tersebut mengatakan semua tergantung dari kesiapan DPP.

"Kalau berapa lamanya, ya, DPP. Setelah kita usulkan, kapan waktunya, biasanya mereka yang memanggil kita untuk presentasi," jelasnya.

Dia berharap Juli sudah keluar nama dan rekomendasinya. Tetapi, ia juga mengejar di akhir Juni bisa diselesaikan.

"Kita sih berharap Juli itu sudah keluar, ya, paling lambat. Kalau di akhir Juni ini bisa, yang jelas Juni kita kejar, makin cepat makin baik," tegasnya.

Terkait lamanya rekomendasi yang keluar dari DPP, Musataharuddin mengatakan tiu bukan sebagai strategi simpan-menyimpan calon atau mempersiapkan kartu AS di Pilgub Jambi, namun lebih kepada prosesnya yang cukup lama.

"Enggak lah, tapi karena lebih ke prosesnya. Kita perlu di DPTW dulu, sudah itu kita ajukan ke DPP, di DPP juga ada tim khusus pembahasan pilkada, itu presentasi, jadi memang tahapannya tidak seperti dulu yang lebih cepat, kalau sekarang lebih lambat," jelasnya.

"Tapi mudah-mudahan bisa cepat lah. Kalau sudah kita usulkan, kita kan ingin bergerak segera, kita ingin lebih optimalkan," tambahnya.

Demokrat prediksi awal Juni

DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi tengah melakukan survei untuk menentukan siapa yang akan disusung pada Pilgub Jambi 2024.

Ketua Badan Pemenanganan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi Ansori, mengatakan survei tersebut baru selesai akhir bulan ini.

"Jadi kita masih menunggu hasil survei, survei itu selesai baru di akhir bulan. Hasil survei itu yang kemudian yang menjadi pertimbangan DPP," ungkapnya.

Sebelumnya, Romi Hariyanto dan Al Haris sama-sama mendaftar penjaringan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi ke Partai Demokrat.

Keduanya harus melalui survei, karena bagian dari persyaratan dalam pendaftaran.

"Jadi kandidat yang mendaftat di Demokrat itu harus melakukan survei, karena itu kan bagian dari persyaratan melampirkan hasil survei itu," ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Jambi itu mengatakan pihaknya tengah menunggu hasil survei untuk mengetahui dan memutuskan apakah kader internal yang juga Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi, Mashuri, bisa maju di Pilgub Jambi.

Fauzi memperkirakan keputusan atau rekomendasi dari DPP terkait nama yang akan diusung akan keluar pada awal Juni.

"Awal bulan lah. Bulan Mei ini kan tinggal beberapa hari lagi, janjinya lembaga survei itu menyelesaikan tugasnya di akhir bulan," ujarnya.

Terkait kemungkinan koalisi di daerah akan sejalan dengan pusat sebagaimana pada Pilpres 2024, Fauzi Ansori mengatakan dinamika di daerah berbeda, namun bisa juga sejalan.

"Kalau di daerah kan kita dinamikanya berbeda-beda. Bisa saja berkoalisi, yang jelas kan persyaratan untuk maju menjadi calon gubernur itukan minimal 11 kursi.

Nah, kita lihat nanti kandidat-kandidat yang mendaftar di Demokrat termasuk kader juga mampu berkoalisi dengan siapa," jelasnya.

"Karena memang partai kami kan belum bisa mengusung sendiri, cuma lima kursi. Sementara untuk di provinsi, minimal 11 kursi," tambahnya.

Terkait mencuatnya duet Mashuri dengan Romi Hariyanto ataupun SAH, Fauzi Ansori mengatakan hal itu mungkin terjadi dalam politik. Namun, ia belum dapat memastikan, karena semua pertimbangan diambil pascamunculnya hasil survei dari Partai Demokrat.

"Kalau di politik ini kan serba mungkin. Tetapi, kita kan harus rasional, juga harus ada pijakan dasar kita untuk memutuskan itu, makanya survei itu menjadi penting sebagai langkah awal kita mengetahui posisi kita di mana, kekuatan kita dimana kan," pungkasnya.

Wait and See

Dosen ilmu politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin, memberikan analisis politik terkait fenomena tersebut.

Alasan partai politik belum merekomendasikan bakal calon gubernur dan wakil di Pilgub Jambi hingga saat ini, bukan karena menyimpan calon, tetapi lebih kepada wait and see (menunggu dan melihat).

Ada indikasi Gubernur petahana Al Haris akan memborong partai politik dalam mengarungi pertarungan perebutan BH 1.

Ini wait and see, mungkin menunggu momentum karena kemungkinan Al Haris ini akan borong partai politik.

Partai-partai politik yang selama ini bukan menjadi gerbong atau bagian dari Al Haris di Pilgub 2020, diprediksi juga bakal merapat, seperti PDIP dan dan Gerindra.

Jadi ini bagian dari wait and see, tunggu momentum pada saatnya, atau mungkin saat ini sedang menungu momentum yang pas untuk kemudian mendeklarasikan kepada Al Haris.

Ini menjadi kesempatan untuk menguji kesetiaan dan konsistensi partai pengusung Al Haris pada Pilgub Jambi 2020, seperti PKS dan PKB.

Ini juga menjadi kesempatan untuk menguji konsistensi dari dukungan dua parpol di Pilgub Jambi 2020, PKS dan PKB apakah tetap konsisten mengusung Al Haris sebagai calon pada 2024, atau malah sebaliknya. (dna)

Soal Rekomendasi Calon Pilgub Jambi 2024

Sudah keluarkan rekomendasi:

+ Partai Amanat Nasional (PAN): Al Haris

+ Partai Persatuan Pembangunan (PPP): Al Haris-Abdullah Sani

Belum keluarkan rekomendasi:

+ Partai Demokrat

+ Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

+ Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

+ Partai Golkar

+ Partai Gerindra

Baca juga: Peluang Romi dan SAH Berkoalisi Lawan Al Haris-Abdullah Sani di Pilgub Jambi 2024

Baca juga: Analisis Politik, 3 Hal yang Bikin PPP Dukung Al Haris-Abdullah Sani

Baca juga: Bulan Juni-Juli Penentu Pilgub Jambi, Rival Al Haris-Abdullah Sani Bakal Terungkap

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved