Ketum PDIP Megawati Siap Jadi Provokator Kebenaran
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang selalu mendukung PDIP hingga tetap bediri.
“Makanya kalau Ibu marah tuh malah Ibu dicium-cium lah, karena apa? Karena nanti pasti menang,” jelasnya.
Megawati kembali membakar semangat para kader dan menggambarkan anomali yang sedang terjadi.
“Nah perjuangan ini tidaklah mudah, sebab apa yang terjadi benar-benar sebagai menurut saya badai anomali. Anomali itu tidak bisa diprediksi, bisa terjadi seperti begitu saja, meledak begitu, danggggg, begitu. Nah akibat apa? Kecurangan secara struktur, sistematis, dan massif, yang disebut TSM.”
“Loh kan pada diem toh kaya gak berani (mengungkapnya)? Bener ada apa tidak? (ada) bener ada apa tidak?” tanya Megawati.
Baca juga: Viral Calon Bupati Kudus Ngaku Titisan Soekarno dan Klaim Prabowo Adiknya: Megawati Anak Saya
“Hayo TSM nih ada apa tidak?”
“Ada bu,” jawa para peserta rakernas.
“ya memang ada, saya tahu kok. Kan semuanya pada mengatakan sepertinya tidak (ada kecurangan). (Mereka bilang) ‘ohh tidak’; seperti KPUnya bilang ‘Ohh itu kan jujur, jurdil, jujur adil, luber, langsung, umum, bebas, rahasia’. Padahal itu KPU oleh yang ngomong,” pungkasnya.
Megawati mengungkapkan Satyam Eva Jayate: Kebenaran Pasti Menang merupakan spirit yang diberikan oleh Raden Wijaya pada akhir abad 13.
Dimana, kebenaran pasti menang merupakan falsafah yang menjadi pegangan dalam perjuangan menghadapi kezoliman. Termasuk, harus berani menyampaikan kebenaran meski pahit.
“Pesan politik kebenaran ini juga dapat diambil dari keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kepada sahabat nabi yang hidup paling miskin namun sangat berbahagia, yakni Abu Dzar al-Ghifari, Rasulullah berpesan: Qulil Haqq Walau kanna Muraan (baca: Qulil haq’qo Walau Kanna Muran), yang artinya ‘Sampaikan kebenaran meskipun itu pahit, kamu akan tetap bahagia’,” kata Megawati.
Dia juga mengulas soal kata bijak dari Zenith, bahwa apapun kebohongan, kebenaran pasti akan mengejarnya dan kebenaran itu suci di atas segalanya.
Megawati juga menyinggung pihak-pihak yang tak percaya kepada kebenaran pasti akan menang. Dia menyakini, pihak itu akan terbakar oleh Api Abadi Mrapen. “Apa yang saya omongkan pasti benar, jadi mereka yang nggak mendengar itu pasti akan terbakar oleh kebenaran yang ada dari Api abadi Mrapen, yang kita ambil untuk menunjukkan api abadi yang membawa kebenaran, bahwa yang tidak benar itu pasti akan terbakar,” tegas Megawati.
Hal yang sama juga disampaikan Siddhartha Gautama, kata Megawati, bahwa ada 3 (tiga) hal yang tidak bisa disembunyikan, yakni matahari, bulan, dan kebenaran. “Kita juga sering mendengarkan ungkapan bijak, bahwa apapun kebohongan, kebenaran pasti akan mengejarnya,” tegas Megawati.
Megawati pun turut menegaskan, bahwa Kebenaran dalam politik inilah jalan terhormat yang dipilih oleh PDI Perjuangan. “Kita tidak akan pernah bergeser dalam keyakinan ideologis, termasuk keteguhan dalam menjaga konstitusi, meski tubuh Banteng Moncong Putih ini terluka disana-sini,” ucap Megawati.
“Kita adalah Banteng yang tahan banting. Di dalam diri kita bersemayam jiwa perjuangan dan harapan wong cilik, yang begitu tahan menderita karena percaya adanya Ratu Adil,” sambungnya.
| Megawati Kritik Keras Terpilihnya Prabowo-Gibran PDIP Belum Putuskan Oposisi atau Koalisi Pemerintah |
|
|---|
| Isi Pidato Megawati di Rakernis PDIP ke-5, Soroti Kecurangan Pemilu hingga Sinyal Oposisi |
|
|---|
| Viral Calon Bupati Kudus Ngaku Titisan Soekarno dan Klaim Prabowo Adiknya: Megawati Anak Saya |
|
|---|
| 7 Poin Kekecewaan Megawati Terhadap Jokowi Diungkap Prof Gayus Lumbuun, Seri II |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20240525-Ketum-PDI-Perjuangan-Megawati-Soekarnoputri.jpg)