Berita Jambi

BPS Rilis Angka Pengangguran di Provinsi Jambi Turun 4,45 Persen

Tingkat pengangguran di Provinsi Jambi hingga Februari 2024 sebesar 4.45 persen, angka ini menurun jika di bandingkan Agustus 2023 di 4.53 persen.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Heri Prihartono
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pencari kerja antre untuk memasuki ajang bursa kerja di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Tingkat pengangguran di Provinsi Jambi hingga Februari 2024 sebesar 4.45 persen, angka ini menurun jika di bandingkan Agustus 2023 yang sebesar 4.53 persen.


Hingga Februari 2024 penduduk usia kerja di Provinsi Jambi mencapai 2.77 juta orang, angka ini naik 38,2 ribu orang di bandingkan tahun lalu. Dari angka tersebut 1.86 juta orang merupakan angkatan kerja dan 910.45 bukan angkatan kerja.


Dari total angkatan kerja tersebut, 1.77 juta orang telah memiliki pekerjaan sedangkan 82.58 ribu orang pengganguran.


Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo mengatakan pasar tenaga kerja Provinsi Jambi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 4.88 ribu orang hingga di Februari 2024.


Kondisi ini membuat pengaturan berkurang sebanyak 0.8 ribu orang.


Agus menjelaskan pekerjaan di Provinsi terbagi dalam tiga kategori, yaitu pekerja penuh, paruh waktu dan setengah bekerja.


"Dari tiga kategori tersebut, dua mengalami peningkatan dan satu mengalami penurunan," ujarnya Kamis (9/5/2024).


Dimana jumlah pekerja penuh meningkat 23.16 ribu orang menjadi 980.32 ribu orang, hal  yang sama juga terjadi pada pekerja setengah penuh yang meningkat 36.53 orang menjadi 191.85 orang.


Sedangkan pekerja paruh waktu berkurang 54.79 pernah menjadi 601.37 ribu orang.


Agus memaparkan berkurangnya angka pengangguran di sebabkan tumbuhnya perekonomian Provinsi Jambi di triwulan 1 2024.


Perekonomian Provinsi tumbuh sebesar 3.83 persen jika di bandingkan dengan Triwulan satu 2023.


"Pertumbuhan kita memang tumbuh, namun mengalami perlambat," ujarnya.


Lebih lanjut Agus memaparkan walaupun angka pengangguran secara keseluruhan naik, namun masih ada di beberpa sektor yang mengalami penurunan.


Pengangguran terbanyak terdapat pada kekompakan pertambangan termasuk tranportasi pertambangan. Khususnya pengangkutan batubara.


"Memang tidak bisa di pungkiri batu bata sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan berdampak terhadap tingkat pengaturan di Provinsi Jambi," pungkasnya.(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi).

 

Baca juga: Angka Pengangguran dan Kemiskinan Meningkat di Tebo Jambi, Sekda dan Waka DPRD Ungkap Penyebabnya

Baca juga: LKPJ Bupati Tebo 2023: Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat

Baca juga: Angka Pengangguran di Sarolangun Mencapai 12 Ribu Orang, Pemkab Sarolangun Gelar Latihan Kerja 

Update berita Tribun Jambi di Google News 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved