Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175, Puisi Esai

Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 175  Kurikulum Merdeka.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Chanel youtube e-Guru TV
Aktivitas Belajar Mengajar 1 


TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 175  Kurikulum Merdeka.

Setelah membaca dengan saksama teks di atas, bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa.

Kemudian, lakukan diskusi untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini!

Memperbaiki Jawaban Teks Diskusi "Munculnya Puisi Esai Memicu Polemik":
1. Jenis Teks

Teks di atas termasuk dalam jenis teks diskusi. Hal ini didasarkan pada beberapa ciri-cirinya, yaitu:

Membahas suatu isu: Teks ini membahas tentang munculnya puisi esai, yang memicu perdebatan di masyarakat.
Menyajikan berbagai sudut pandang: Teks ini memaparkan argumen dari pihak yang pro dan kontra terhadap puisi esai.
Memiliki tujuan untuk mencapai kesepakatan: Teks ini berusaha untuk menjembatani perbedaan pendapat dan mencapai kesimpulan yang disepakati bersama.
2. Pokok Persoalan

Pokok persoalan dalam teks ini adalah munculnya jenis puisi baru, yaitu puisi esai. Hal ini menjadi perdebatan karena dianggap menyalahi konsep puisi yang sudah ada.

3. Alasan Polemik

Polemik muncul karena beberapa alasan:

Kebaruan Puisi Esai: Puisi esai merupakan konsep baru yang belum dikenal sebelumnya, sehingga menimbulkan kebingungan dan penolakan dari beberapa pihak.
Perbedaan Konsep: Puisi esai dianggap menggabungkan dua genre yang berbeda, yaitu puisi dan esai. Hal ini dianggap menyalahi definisi dan ciri khas puisi yang sudah mapan.
Ketidakjelasan Tujuan: Munculnya gerakan puisi esai yang masif dengan sponsor tertentu menimbulkan kecurigaan bahwa ada tujuan lain di baliknya, selain untuk pengembangan seni.
4. Argumen Pihak Pro

Pihak yang mendukung puisi esai memiliki beberapa argumen:

Memperkaya Perpuisian Indonesia: Puisi esai dianggap sebagai bentuk puisi baru yang dapat memperkaya khazanah perpuisian Indonesia.
Menjembatani Puisi dengan Masyarakat: Puisi esai dengan penggunaan catatan kaki dianggap dapat membantu masyarakat awam untuk memahami puisi dengan lebih mudah.
Menjawab Kebuntuan Puisi: Puisi esai dianggap sebagai solusi atas kebuntuan dalam perkembangan puisi Indonesia yang selama ini terkesan statis.
5. Argumen Pihak Kontra

Pihak yang menentang puisi esai memiliki beberapa argumen:

Melanggar Definisi Puisi: Puisi esai dianggap melanggar definisi puisi yang identik dengan tulisan fiksi dan imajinatif.
Ketidakcocokan Genre: Penggabungan puisi dan esai dianggap tidak cocok karena memiliki karakteristik yang berbeda.
Ketidakjelasan Keaslian: Klaim penciptaan puisi esai dianggap tidak berdasar karena jenis puisi serupa sudah ada sejak lama.
Keberpihakan Sponsor: Gerakan puisi esai yang masif dengan sponsor tertentu dikhawatirkan memiliki tujuan tersembunyi, seperti politik atau popularitas.
Kesimpulan

Teks diskusi ini membahas tentang munculnya puisi esai yang memicu pro dan kontra di masyarakat. Argumen yang diajukan dari kedua pihak perlu dipertimbangkan dengan seksama untuk mencapai kesepakatan tentang keberadaan dan nilai puisi esai dalam perpuisian Indonesia.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 38: Pertanyaan Retoris dan Majas Sindiran

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 37: Perbandingan Informasi pada Komik dan Berita

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved