Pilkada Jambi 2024

Pengamat: Koalisi Partai Politik Nasional Idealnya Seirama dengan Daerah, Ini

Pengamat Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin HM menilai koalisi partai politik di nasional akan berpengaruh terhadap koalisi Pilkada

|
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Pengamat Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin HM menilai koalisi partai politik di nasional akan berpengaruh terhadap koalisi pada Pilkada 2024. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengamat Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Dr Pahrudin HM menilai koalisi partai politik di nasional akan berpengaruh terhadap koalisi pada Pilkada 2024.

Menurutnya, membangun koalisi yang sama antara di pusat dan juga di daerah ini berkaitan dengan program pembangunan yang seirama.

"Saya pikir akan sangat berpengaruh ya, karena ini kan terkait dengan program-program pembangunan kedepan, kebijakan-kebijakan yang tentu diharapkan seirama antara pusat dan daerah," ungkapnya, Jumat (26/4/2024).

Terlebih di Provinsi Jambi ia memberikan contoh Gubernur Jambi Al Haris dari PAN dengan wakilnya Abdullah Sani PKB, dan sinyal keduanya akan kembali bersama cukup besar.

"Kita tahu di daerah sudah bisa bergabung misalnya antara PAN dan PKB, tapi di nasional kan belum terlihat, meskipun sinyalnya sudah ada pertemuan antara PKB Cak Imin dengan Prabowo," ujarnya.

Namun kata dia pada intinya, idealnya koalisi partai politik di nasional sama dengan koalisi yang dibangun di daerah.

"Saya pikir ini akan terus berlanjut ya dengan koalisi-koalisi lainnya, tetapi pada intinya memang sebaiknya idealnya itu sama, antara koalisi nasional dengan koalisi di daerah," tutupnya.

Baca juga: 6 Nama Berpotensi Bakal Calon Bupati Kabupaten Tanjung Timur di Pilkada 2024, Ini Profilnya

Baca juga: Peta Politik Nasional Tak Pengaruhi Koalisi di Pilkada Jambi, PKS : Daerah Punya Dinamika Sendiri

Daerah Punya Dinamika Sendiri

Pasca penetapan Presiden terpilih Pilpres 2024 sejumlah partai diluar Koalisi Indonesia Maju (KIM) memberikan sinyal bergabung ke pemerintah Prabowo Gibran.

Bergabungnya sejumlah partai ini merubah peta koalisi di Nasional, terutama di Koalisi Perubahan, PKB dan NasDem telah memberikan sinyal akan bergabung, sementara PKS masih belum memutuskan.

Meski adanya perubahan peta politik di pusat, hal ini dinilai tak akan mempengaruhi peta politik di daerah khususnya dalam pelaksanaan Pilkada Serentak.

Sekretaris DPW PKS Provinsi Jambi, Mustaharudin mengungkapkan bahwa untuk pelaksanaan Pilkada serentak setiap daerah memiliki dinamikanya tersendiri.

"Dinamika daerah masing-masing, jadi kita juga tidak ada arahan harus berkoakisi dengan partai A, B, tentu kita berdasarkan kondisi di daerah masing masing lah," ungkapnya, Jumat (26/4/2024).

Menurutnya di Pilkada nanti, baik Pilgub maupun Pilbup dan Pilwako PKS bisa berkoalisi dengan siapapun dan partai manapun, tidak terpaku hanya pada koalisi di Nasional.

"Intinya kita bisa berkoalisi dengan siapapun, dengan partai manapun, kita bisa bersama-sama mengusung untuk perbaikan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Berapa Gaji PPK KPU pada Pilkada 2024? KPU Rekrut 36.385 Posisi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved