Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-783: Moskow Dituding Lakukan False-flag Berbahaya, Apa Itu?

Upadate perang Rusia vs Ukraina hari ke-783, Selasa (16/4/2024): Rusia dituding lakukan operasi 'False-flag' yang bahayakan PLTN terbesar di Eropa.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Nina Yuniar
Capture YouTube WION
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Kondisi terkini perang Rusia vs Ukraina hari ke-783 pada Selasa, 16 April 2024: Ukraina menuduh Rusia melakukan operasi 'False-flag' yang membahayakan PLTN Zaporizhzhia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak perkembangan terbaru dalam perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina yang hingga hari ini, Selasa (16/4/2024) masih berlangsung.

Salah satu kabar terbaru dalam perang adalah Ukraina tuding Rusia lakukan operasi 'False-flag' yang bahayakan PLTN Zaporizhzhia.

Berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu, invasi di Ukraina yang dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin ini sudah berjalan selama 783 hari.

Dalam perkembangannya, Rusia diketahui telah mencaplok 4 wilayah di Ukraina sekaligus antara lain Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-782: Pasukan Putin Berencana Rebut Kota Chasiv Yar

Konflik bersenjata yang terjadi di antara Rusia dengan Ukraina sampai sekarang masih berlanjut dan belum ada pertanda untuk segera berakhir.

Update Perang Rusia Vs Ukraina

Dilansir TribunJambi.com dari The Guardian, berikut ini adalah rangkuman peristiwa-peristiwa yang perlu diketahui pada hari ke-783 invasi Rusia di Ukraina:

- Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya menuduh Rusia melakukan “operasi False-flag yang terencana dengan baik” yang membahayakan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, ketika kedua negara saling tuding di Dewan Keamanan PBB atas dugaan serangan terhadap PLTN terbesar di Eropa itu.

Untuk diketahui 'false flag' adalah istilah untuk menggambarkan bahwa berbagai peristiwa dan krisis dunia, seperti serangan teroris dan penembakan massal, sebenarnya diatur oleh pemerintah atau kekuatan jahat untuk mencapai tujuan politik atau sosial.

Secara historis, 'false flag' digunakan untuk merujuk pada operasi militer atau politik yang dilakukan dengan tujuan menyalahkan lawan, sering kali sebagai dalih untuk berperang.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi mengatakan tanpa menyalahkan bahwa tiga serangan “sembrono” sejak 7 April telah menempatkan dunia “sangat dekat dengan kecelakaan nuklir”.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-780: 6 Orang Tewas dalam Serangan di Kota Tokmak

- Ukraina dan sekutunya pada Senin (15/4/2024) kembali menyalahkan Rusia atas bahaya di lokasi tersebut.

“Rusia tidak peduli dengan risiko-risiko ini. Jika mereka peduli, Rusia tidak akan terus mengendalikan pembangkit listrik tenaga nuklir secara paksa,” kata Wakil Duta Besar AS Robert Wood kepada Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa meskipun IAEA belum menentukan pihak mana yang berada di balik serangan tersebut, “kami tahu betul siapa pelakunya”.

Grossi, di luar pertemuan Dewan Keamanan PBB, mengatakan: “Kita semakin dekat dengan kecelakaan nuklir. Kita tidak boleh membiarkan rasa berpuas diri dan membiarkan peran dadu menentukan apa yang terjadi besok.”

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-779: Diserang, Pembangkit Listrik Dekat Kyiv Hancur

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved