Pilkada 2024

Dinilai Tak Akan Miliki Pengaruh Besar Di Pilkada, Forkom Parpol Non Parlemen Jambi Tetap Optimis

Sejumlah pengamat politik meragukan Forum Komunikasi Partai Politik Non Parlemen Provinsi Jambi akan berpengaruh besar terhadap pelaksanaan Pilkada Se

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Forum Komunikasi Partai Politik Non Parlemen Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejumlah pengamat politik meragukan Forkom Parpol Non Parlemen Provinsi Jambi akan berpengaruh besar terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Hal ini dikarenakan 8 partai politik yang saat ini tergabung dalam Forum tersebut tidak memiliki kursi di DPRD Provinsi Jambi, sehingga perannya tidak akan terlalu besar di Pilkada.

Namun pernyataan sejumlah pengamat politik ini direspon oleh Ketua Forkom Parpol Non parlemen Jambi, Tigor Sinaga sebagai hal yang wajar.

Karena memang kata dia formalnya untuk bisa mengusung calon kepala daerah harus memenuhi 20 persen kursi di DPRD Provinsi Jambi, dan hal itu yang tidak dimiliki oleh mereka.

Tigor mengatakan bahwa dalam Pilkada tidak hanya proses pendaftaran, namun pada saat pemilihan kandidat itu membutuhkan suara, dan suara dari gabungan paprol non parlemen di Jambi cukup banyak.

"Tapi pada saat pemilihan dia (kandidat) perlu suara, nah ini kita (Forkom) 300 ribu suara, dari 2,6 juta DPT seprovinsi Jambi, 80 persen sekirar 2 jutaan, 300 ribu untuk kandisat itu sangat menentukan, siapapun yang diisi 300 juara," ungkapnya.

Jadi kata dia jika bicaranya untuk pendaftaran calon kepala daerah, memang Forkom tidak ada apa-apanya, namun jika berbicara pemilihan maka suara itu yang dibutuhkan.

Baca juga: Forkom Parpol Non Parlemen Mantap Tatap Pilkada Jambi, Tigor: Lihat Potensinya, Kaji, Kita Bangun

Baca juga: PDIP Tegaskan Tak Akan Usung Menantu Jokowi, Bobby Nasution di Pilkada Sumut

"Kalau kandidat sadar betul dia akan cari pendukung, kandidat pasti akan bicara suara, Saya pikir mungkin boleh saja pengamat berpendapat demikiran, tapi sebagai kandidat ya ini (Forkom) potensi suara," ujarnya.

Terlebih lagi Ketua DPW PSI Jambi itu menegaskan suara yang diperoleh oleh 8 parpol non parlemen di Jambi tidak menggunakan serangan fajar, tetapi murni suara dari hati masyarakat.

"Ingat, suara kita itu tidak memakai bayaran, yang memilih kita semua tidak ada serangan fajar, apa yang kita dapat itu murni," tegasnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Jambi, Mahyudi bahwa dalam konteksnya pileg dan pilkada itu berbeda.

"Pileg itu terlalu banyak variabel yang berpengaruh terhadap pemilih, kekerabatan, logistik dan sebagainya, tapi kalau pilkada beda, kami mungkin tidak berhasil di pileg, tapi kami yakin ketika kita mendukung seseorang (kandidat), mesin kami akan bekerja juga," ujarnya.

Karena kata Mahyudi dalam Pilkada pilihannya terbatas, dan hanya satu orang yang harus dimenangkan, berbeda dengan pikeg, banyak calon yang harus dilihat oleh pemilih.

"Bekerjanya mesin itu akan maskimal jika yang didukung itu jelas, yang jelas kita punya suara, kita punya basis," tegasnya.

Mahyudi meyakini bahwa Forum Komunikasi partai politik non parlemen pasti punya pengaruh di Pilkada Serentak 2024.

Baca juga: Jelang Pilkada Jambi, Syarif Berharap Perindo Dan PPP Bergabung Dengan Forkom Parpol Non Parlemen

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved