Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ramadan 2024

Idulfitri di Palestina Diperingati di Tengah Serangan Israel

Ramadan dan Idulfitri di Palestina diperingati di tengah serangan Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Editor: Suci Rahayu PK
AP Photo/Fatima Shbair
Warga Palestina berjalan di antara bangunan yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin, 8 April 2024. 

Idulfitri 2024

TRIBUNJAMBI.COM - Ramadan dan Idulfitri di Palestina diperingati di tengah serangan Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyerukan agar masyarakat Palestina merayakan Idulfitri 1445 H secara terbatas.

Abbas menyerukan agar Idulfitri kali ini diperingati sebatas dengan ritual keagamaan.

Pemimpin Partai Fatah itu juga menyuarakan keprihatinan atas serangan terhadap masyarakat Palestina dan situs-situs Islam dan Kristen di Tepi Barat, dan Yerusalem.

"Presiden mendoakan ampunan untuk para syuhada dari masyarakat Palestina, kesembuhan yang lekas bagi mereka yang terluka, dan pembebasan segera para tahanan," demikian keterangan kantor berita Palestina, Wafa, Selasa (9/4).

"Beliau berharap Idulfitri selanjutnya diperingati saat rakyat Palestina mencapai aspirasi mereka tentang kebebasan dan kemerdekaan, pembentukan sebuah negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, dan kembalinya para pengungsi."

Baca juga: Mudik Lebaran 2024, Aqila Harus Tempuh Yogja-Jambi dengan 50 Jam Perjalanan

Baca juga: Jadwal Operasional Bank BCA, BRI dan Mandiri selama Libur Lebaran 2024

Diketahui, Israel memulai serangan di jalur Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Israel menggempur Gaza dan berulang kali meluncurkan operasi militer di Tepi Barat, dua wilayah Palestina yang telah didudukinya sejak 1967.

Israel menggunakan serangan Hamas ke wilayahnya yang diklaim menewaskan 1.139 orang pada 7 Oktober, sebagai dalih.

Sejauh ini, serangan Israel di Gaza telah membunuh setidaknya 33.207 orang, 13.000 di antaranya anak-anak.

Serangan Israel juga menimbulkan 75.933 korban luka dan 8.000 orang dinyatakan hilang, kemungkinan tertimbun reruntuhan.

Sementara di Tepi Barat, serangan pasukan Israel dan kekerasan pemukim ilegal Israel telah membunuh setidaknya 460 orang sejak 7 Oktober, 117 di antaranya anak-anak.

Otoritas Palestina juga mencatat terdapat lebih dari 4.750 korban luka di Tepi Barat.

 

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Open House Istana negara Pukul 09.00 WIB, Warga Antre Sejak Rabu Subuh Demi Ketemu Jokowi

Baca juga: Mudik Lebaran 2024, Aqila Harus Tempuh Yogja-Jambi dengan 50 Jam Perjalanan

Baca juga: Jadwal Operasional Bank BCA, BRI dan Mandiri selama Libur Lebaran 2024

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved