Berita Kerinci
3 Titik Rawan Longsor Bangko-Kerinci Jambi, Pertengahan Maret hingga April Potensi Cuaca Ekstrem
Bagi warga yang mudik ke Kerinci, Jambi, waspada 3 titik rawan longsor ruas jalan nasional Bangko, Merangin - Kerinci.
3 titik rawan longsor Bangko-Kerinci, Jambi
TRIBUNJAMBI.COM - Bagi warga yang mudik ke Kerinci, Jambi, waspada 3 titik rawan longsor ruas jalan nasional Bangko, Merangin - Kerinci.
BMKG Jambi menyebut mulai pertengahan Maret hingga April 2024, potensi terjadi cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha-Jambi, Ibnu Sulistyono, mengatakan puncak musim hujan akan kembali terjadi mulai pertengahan Maret hingga April 2024.
"Di Minggu depan, mulai 17 Maret ada tren kenaikan sampai April. Ini bisa menjadi puncak kedua curah hujan di Provinsi Jambi," katanya pada Rabu (13/3/2024).
Dengan kondisi itu, Ibnu meminta masyarakat, khususnya Jambi bagian barat meliputi Kabupaten Bungo, Merangin, Sarolangun dan sebagian Batanghari, untuk mewaspadai terjadinya hujan ringan, sedang hingga lebat pada periode itu.
"Cuaca ekstrem tetap menjadi warning kita dan kewaspadaan kita bahwa ini puncak musim hujan kedua di Jambi," ujarnya.
Baca juga: Ancaman Titik Rawan Longsor Jalur Merangin-Kerinci Saat Puncak Musim Hujan Kedua di Jambi
Baca juga: Formasi CPNS dan PPPK Tebo Turun dari Kemenpan RB, Ini Rinciannya
Meski begitu di awal bulan Ramadan ini atau di dasarian II Maret masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang namun tergolong agak menurun dalam minggu ini.
"Kondisi cuaca agak turun. Sehingga di awal-awal Ramadan ini ada potensi cuaca berawan," pungkasnya.
Rawan Longsor Bangko-Kerinci
Tiga titik rawan longsor ada di ruas jalan nasional yang menghubungkan Merangin-Kerinci, Provinsi Jambi.
Peristiwa longsor kerap terjadi saat turun hujan berintensitas tinggi.
Selain di tiga ruas jalan tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi melalui Satker PJN Wilayah II juga telah mengidentifikasi lokasi-lokasi lain yang rawan longsor.
Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan, melalui Kepala Satker PJN Wilayah II Diaz Shodiq, menuturkan pihaknya berkomitmen melalukan penanganan longsor di wilayah Kerinci dan sekitarnya sebelum 1 x 24 jam.
"Ruas jalan nasional batas Kerinci -Sanggaran Agung itu ada tiga titik longsor yang cukup besar dan rawan longsor. Dan di ruas Sungai Penuh-Ketapan batas Sumbar. Banyak titik yang berpotensi rawan karena daerah ini masuk ke Taman Nasional Kerinci Seblat. Selain longsor pohon tumbang juga sering terjadi di dua ruas jalan itu," katanya pada Jumat (15/3/2024).
Selain di lokasi itu, longsor juga sering terjadi di Sungai Penuh-Siulak (later W) terdapat satu titik yang sering berulang di Lubuk Nagodang. Pihaknya sudah siagakan alat ekskavator dari penyedia jasa.
"Longsor ini ada dua tipe ya, ada lereng atas dan lereng bawah. Lereng atas itu terparah hingga menutupi badan jalan. Ada juga lereng bawah ini," tuturnya.
Baca juga: Polda Jambi Usut Meninggalnya Santri di Tebo Jambi
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-752: Odesa Diserang, Puluhan Orang dan Tim Penyelamat Tewas
Siagakan alat berat
BPJN Jambi menyiagakan sejumlah alat berat hingga personel di sejumlah titik rawan longsor sepanjang jalan nasional Merangin-Sungai Penuh.
Kepala Satker PJN II Diaz Shodiq, mengatakan itu dilakukan untuk mengantisipasi beberapa titik yang berpotensi terjadi longsor.
"Kita identifikasi bahwa ada tiga titik yang rawan longsor di sepanjang jalan Kerinci-Sandaran Agung," katanya, Jumat (15/3).
Kata Diaz, BPJN Jambi memiliki alat berat seperti ekskavator dan backhoe loader yang disiagakan di PPK Bangko -Sanggaran Agung, tepatnya di daerah Batas Kerinci dekat Muara Emat.
"Ekskavator kita sifatnya standby, kalau backhoe loader kita mobile. Selain alat berat milik BPJN, kita juga siagakan alat berat milik penyedia jasa di Bangko dan Kerinci," bebernya.
Tak hanya itu, untuk mengatasi bencana longsor yang kerap terjadi, BPJN Jambi juga aktif komunikasi dengan PT KMH yang saat ini sedang membangun PLTA berskala besar di Kabupaten Kerinci.
Perusahaan itu berkomitmen ikut menyiagakan alat berat dan melakukan penanganan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain itu, juga terdapat daerah lain di Sungai Penuh -Tapan yang sering terjadi bencana longsor.
Namun, kejadian longsor di daerah tersebut tidak viral karena bukan lalu lintas utama yang sering dilewati oleh masyarakat luas.
Meski begitu, BPJN Jambi tetap berkomitmen menangani beberapa titik longsor tersebut dengan memaksimalkan alat berat dan keterbatasan waktu yang ada.
"Beda dengan lalu lintas Merangin-Kerinci yang cukup ramai, kalau satu jam saja terhambat maka kami prioritaskan penanganan longsor di daerah ini, longsor ini kan tidak mengenal waktu bisa saja saat tengah malam kejadiannya sehingga waktu penuntasan pembersihan longsor bisa sampai empat jam," tegasnya.
Penyiagaan alat berat di daerah rawan longsor, menunjukkan komitmen BPJN Jambi untuk dapat sigap dan tanggap dalam mengatasi bencana di jalan nasional utamanya menjelang lebaran.
"Kita komitmen untuk bekerja sigap dan tanggap untuk masyarakat Provinsi Jambi," pungkasnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Formasi CPNS dan PPPK Tebo Turun dari Kemenpan RB, Ini Rinciannya
Baca juga: Ancaman Titik Rawan Longsor Jalur Merangin-Kerinci Saat Puncak Musim Hujan Kedua di Jambi
Baca juga: Richard Lee Tegaskan Tak Pernah Undang Anak Aden Wong dan Amy BMJ ke Podcast: Dia yang Cari Aku
Richard Lee Tegaskan Tak Pernah Undang Anak Aden Wong dan Amy BMJ ke Podcast: Dia yang Cari Aku |
![]() |
---|
Resep Asem Asem Daging untuk Menu Sahur |
![]() |
---|
Ramalan Zodiak Keuangan Besok Minggu 17 Maret 2024: Rezeki Nomplok bagi Aries, Pisces dan Sagitarius |
![]() |
---|
Ancaman Titik Rawan Longsor Jalur Merangin-Kerinci Saat Puncak Musim Hujan Kedua di Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.