Editorial

Antisipasi Penimbunan Sembako

Satu hal yang kerap muncul dan sorotan ketika jelang bulan Ramadan, ialah harga sembako yang mendadak melejit dan stok yang terbatas.

Editor: Deddy Rachmawan
Tribunjambi.com/Srituti
Pemkab Batanghari Siapkan Paket Sembako Tahap Dua, 5.871 Masyarakat Terdampak Banjir Belum Terima Bantuan 

Bulan Suci Ramadan segera tiba. Satu hal yang kerap muncul dan sorotan ketika jelang bulan Ramadan, ialah harga sembako yang mendadak melejit dan stok yang terbatas.

Kekhawatiran itu yang juga terkadang sampai menimbulkan rasa paranoid warga hingga memunculkan aksi penimbunan sembako.

Akan tetapi, rasa takut warga yang sudah berpikir akan harga barang sembako yang naik tak wajar jelang Ramadan, menjadi pemicu awal aksi penimbunan terjadi.

Pasalnya, praktik ini dapat memicu kelangkaan pasokan yang juga akan berujung pada kenaikan harga, dan kesulitan akses bagi konsumen yang membutuhkan.

Ironisnya, penimbunan sembako justru kadang juga dilakukan oleh pedagang. Motifnya tentu saja meraup untung bila harga menjadi naik karena stok yang terbatas.

Oleh karena itu, perlu adanya aksi yang tegas dan terencana untuk mengatasi penimbunan sembako menjelang Ramadan.

 Pertama-tama diawali dari pemerintahnya yang perlu mengambil langkah-langkah preventif dan responsif guna mengurangi dampak negatif dari penimbunan sembako. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain, pengawasan dan penegakan hukum yang ketat.

Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Jambi Minta Gubernur Sidak Antisipasi Penimbun Sembako Jelang Ramadan

Menyikapi Kelangkahan Gas Elpiji 3 Kg, Pertamina Bersama Pemda Gelar Operasi Pasar

Tindakan yang perlu dilakukan pertama kali ialah menjaga pasokan sembako yang disalurkan berjalan aman dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kedua, rutin melakukan sidak ke pasar-pasar untuk mengamati tindakan curang pedagang, serta terakhir adanya penyaluran sembako dan bahan pangan murah untuk menekan harga bahan pokok yang sudah tinggi di pasar.

Hal ini, pastinya perlu kerja sama semua pihak dan bukan pemerintah saja, melainkan masyarakatnya pula, sehingga dalam menyambut bulan Suci Ramadan yang akan dirasakan umat Muslim di Provinsi Jambi ini, bisa tenang dan nyaman jalan menjalankan ibadah puasanya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved