Berita Viral
Tinggal dengan Mertua 10 Tahun, Wanita Ini Kesal Tiap Hari Ganti Popok Nenek Suaminya: Jadi Perawat
Viral seorang wanita ini tinggal 10 tahun dengan mertua, namun kesal karena tiap hari harus mengganti popok nenek suaminya.
Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
TRIBUNJAMBI.COM - Viral seorang wanita ini tinggal 10 tahun dengan mertua, namun kesal karena tiap hari harus mengganti popok nenek suaminya.
Zaman sekarang tak jarang kebanyakan pria membawa istri untuk tinggal di rumah keluarga.
Sejumlah faktor pun menjadi banyak penyebab, salah satunya faktor ekonomi.
Beberapa pengalaman tinggal bersama keluarga mertua tentu menjadi hal pro dan kontra.
Sama dengan perempuan ini yang menceritakan pengalaman tinggal bersama keluarga mertuanya setelah menikah.
Dilansir dari mStar, Rabu (6/3/2024), seorang wanita curhat bagaimana ia begitu kesal karena tiap hari disuruh mengganti popok nenek sang suami.
Baca juga: Adik Ammar Zoni Terancam Dipenjara Usai dilaporkan Kasus Gelapkan Uang, Pengacara Aditya Zoni: Jujur
Baca juga: Pelawak Polo Srimulat Meningal Dunia di Usia 61 Tahun
Baca juga: Prabowo Subianto yakin Menangkan Pilpres 2024: Insya Allah I Will Be Inaugurated In Ocober 20th
Sebelumnya ia dijanjikan pekerjaan untuk membantu keluarga mertuanya dan berhenti dari posisinya dengan gaji yang lumayan.
“Waktu aku ditawari duduk di sini, aku dijanjikan kerja untuk membantu keluarganya saja karena kupikir aku ingin dekat dengan suamiku, aku setuju.
“Aku tidak menyangka akan diminta menjaga neneknya sekali pun,” ucapnya mengawali cerita.
Ibarat bekerja sebagai perawat pribadi, ia tak hanya harus mengurus kebutuhan nenek suaminya, tapi juga harus mengobati luka, memandikan, bahkan mengganti popok.
Bahkan, kata dia, semua hal terkait dilakukannya sendiri hingga lansia tersebut meninggal.
“Saya pikir tidak apa-apa, asal saya bekerja dan menjaga neneknya saya akan mendapat imbalan.
Tapi sampai saat ini, saya merasa mereka tidak menghargai saya.
“Sejak perasaan itu ada, saya selalu ingin pindah rumah hingga terjadi adu mulut dengan suami,” ucapnya sendu.
Berpikir bahwa masalah tersebut hanya sementara, dia tidak menyangka situasi tersebut akan berlangsung selama hampir 10 tahun.
Namun suaminya tetap bersikap sama dan kerap memberikan alasan saat diminta pindah dari rumah keluarganya.
Terlebih lagi, suaminya adalah laki-laki 'anak ibu' yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri meski sudah lama menikah.

“Suamiku adalah anak seorang ibu.
Aku merasa tertipu dan tidak punya kesempatan untuk angkat bicara.
“Waktu saya mau pindah, suami saya suruh ambil modal titipan rumah kontrakan.
Saya tidak mampu karena pekerjaan saya saat ini gajinya tidak seberapa,” imbuhnya.
Menurut wanita ini, sepanjang menikah, dialah yang harus menghidupi dirinya sendiri karena suaminya suka mengorek.
Ia yang tertekan dengan keadaan yang dialaminya pun mengutarakan keinginannya untuk bercerai.
Ekspresinya menyedot perhatian warganet dan rata-rata bersimpati dengan situasi yang dialami.
“Menurut saya, tinggal bersama mertua bukanlah keputusan yang tepat jadi pelajaran sebelum menikah adalah pastikan Anda memiliki rumah sendiri atau calon biksu akan memiliki rumah.
“Boleh minta fasakh karena tidak termasuk dalam hukum nusyuz tempat tinggal adalah hal yang paling wajib dalam sebuah rumah tangga.
“Bolehkah dia tinggal bersama mertuanya selama 10 tahun?
Aku tinggal selama empat bulan dan berlari kembali ke bus untuk tinggal bersama suamiku kamu tidak mau pindah, aku akan kembali ke rumah ibuku dulu saya sendiri.
“Yang kalah jadi suami, tapi tanggung jawab pokok untuk menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi anak-anak istri tidak lepas,” kata beberapa warganet.
Banyak juga yang beranggapan bahwa perempuan yang terlibat dinikahkan untuk menjadi 'perawat' yang merawat nenek mendiang suaminya karena biaya pekerjaan yang mahal.
“Sepertinya mertua dan suaminya ingin mempekerjakannya sebagai perawat non-sertifikasi untuk menjaga jiwa nenek karena perawat sungguhan itu mahal sekali.
“Suami Hang patut bersyukur karena dia mendapat pengasuh gratis.
Dia biasa mempekerjakan seseorang untuk merawat pasien terlantar, dengan membayar RM2.500 (Rp 8 juta) sebulan.
"Istri yang bekerja harus jadi perawat di rumah suaminya taruh otak di kepala dan lututnya sampai tak memikirkan perasaan istrinya," imbuh beberapa warganet.
Oknum Guru Chat Asusila ke Siswi SMP, Netizen Murka: "Tidak Ada Akhlak" |
![]() |
---|
Kesaksian Sahabat Ilham Pradipta, Kacab Bank BUMN yang Terbunuh: Padahal Dia Guru Bela Diri Kempo |
![]() |
---|
Bahagianya Ridwan Kamil Hasil Tes DNA Dirinya Terbukti Bukan Darah Dagingnya: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Nasib Bocah 11 Tahun Ditendang Sekdes, Niat Bantu Ambil Layangan Nyangkut Malah Dituding Mencuri |
![]() |
---|
Sosok Salsa Bikin Ahmad Sahroni Ciut Ditantang Debat Soal Gaji DPR, Mahasiwa Prestasi di UGM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.