Pileg 2024
Ade Armando Respon Suara PSI Tiba-tiba Melonjak Tinggi, Presiden Jokowi: Tanyakan Ke KPU dan Partai
Presiden Jokowi menanggapi soal perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tiba-tiba melonjak tinggi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Presiden Jokowi meminta menanyakan kenaikan yang tiba-tiba itu ke PSI ataupun ke KPU.
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Jokowi menanggapi soal perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tiba-tiba melonjak tinggi.
Presiden meminta kenaikan itu ditanyakan ke partai dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kenaikan itu tampak melonjak signifikan dalam laporan Sirekap KPU.
Untuk itu, Presiden Jokowi meminta menanyakan kenaikan yang tiba-tiba itu ke PSI ataupun ke KPU.
“Itu urusan partai, tanyakan ke partai, tanyakan ke KPU,” ucap Jokowi sebelum bertolak menghadiri KTT ASEAN-Australia di Halim Perdanakusuma, Senin (4/3/2024).
Seperti diketahui bahwa Ketua PSI adalah Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu dari Presiden Jokowi.
Untuk diketahui bahwa perolehan suara PSI dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan.
Saat ini rekapitulasi suara nasional tengah dilakukan KPU.
Baca juga: Real Count PSI Melonjak Tajam, Pengamat Sebut Ada Operasi untuk Bawa PSI ke Senayan
Baca juga: Analisis Politik Mengapa Suara PSI Melonjak 3 Hari Terakhir, Simak Data Ini
Baca juga: Suara PSI Tiba-tiba Meroket, Romahurmuziy: Apakah Ini Operasi "Sayang Anak" Lagi?
Berdasar hasil dari sistem di aplikasi Sirekap, Minggu pukul 17.00 WIB dengan suara masuk 65,82 persen, suara sementara PSI 3,13 persen.
Angka itu, mendekati angka yang menjadi ambang batas parpol bisa meraih kursi di DPR.
Menyikapi polemik ini, politisi PSI Ade Armando pun membantah ada kecurangan yang dilakukan partainya.
Tidak hanya itu, Ade juga membantah tudingan, ada "operasi sayang anak", terhadap rekapitulasi suara di KPU.
Menurut Ade, jika memang suara PSI ada campur tangan Presiden Jokowi semestinya kenaikan terjadi di awal penghitungan.
“Kalau memang Pak Jokowi itu cawe-cawe, kenapa sekarang ya, kenapa angkanya itu masih 3,13 ya."
"Kalau memang sudah mau cawe-cawe, mau intervensi ya dari awal dong, kan dia punya, orang menganggap dia, dia punya otoritas yang sangat tinggi kan, jadi dikatakan kalau sayang anak, kenapa dibikin anaknya pusing dulu,” kata Armando.
Romahurmuziy: Apakah Ini Operasi "Sayang Anak" Lagi?
Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M Romahurmuziy menanggapi meroketnya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu 17 jam.
Tanggapan itu disampaikannya melalui postingan di akun Instagram pribadinya @romahurmuziy pada Sabtu (2/3/2024).
Lonjakan suara partai berlambang mawar tersebut seperti pada real count sementara Pemilu 2024 oleh KPU pada Sabtu, (2/3/2024).
Baca juga: KPU Tak Mengerti Suara PSI Tiba-tiba Meroket di dalam 17 Jam: Itu Lonjakan Apa
Romi menilai bahwa lonjakan suara PSI tersebut tidak masuk akal.
Untuk itu dia meminta agar KPU RI dan Bawaslu RI memberikan atensi terhadap lonjakan tersebut.
Bahkan dia mempertanyakan maksud dibelakan dari lonjakan suara pada partai yang diketuai Kaesang Pangarep.
Dia mempetanyakan apakah lonjakan tersebut merupakan bagian dari bentuk sayang anak?
"Mohon atensi kepada @kpu_ri dan @bawasluri, operasi apa ini? Meminjam bahasa pak @jusufkalla, apakah ini operasi "sayang anak" lagi?," tulis Romahurmuziy dalam keterangan postingan di akun Instagramnya.
Tak hanya satu kali posting, Romahurmuziy tampak tiga kali memposting dengan keterangan dan gambar berbeda terkait lonjakan suara PSI tersebut.
Dia menyebutkan bahwa pola kenaikan suara tersebut tidak wajar.
Romahurmuziy menyebutkan bahwa kenaikan itu bukan hanya sekedar tidak wajar, tetapi tidak masuk akal berdasarkan hasil survei.
Untuk itu dia meminta temuan tersebut nantinya masuk bukti yang akan dibongkar saat hak angket DPR RI digulirkan.
"Pola kenaikan suara @psi_id bukan hanya tidak wajar. Melainkan juga tidak masuk akal menurut beberapa surveyor. Karena berdasasarkan perhitungan, berarti ada bbrp TPS yang suara PSI mencapai 50 persen."
"Klo ini tidak dikoreksi, @dpp.ppp akan meminta hal ini bagian yang termasuk dibongkar seterang-terangnya di hak angket pekan ini! Saya mohon atensi @kpu_ri dan @bawasluri secara terbuka dan tindak lanjutnya secara cepat dan seksama!
Dalam postingan berikutnya yang dikutip Tribunjambi.com, Romahurmuziy memperjelas kecurigaannya dengan memberikan contoh penghitungan suara.
Baca juga: Suara PSI Tiba-tiba Meroket 17 Jam, Grace: Naik Turun Itu Wajar, Jangan Giring Opini Sesatkan Publik
"Ini ledakan tak wajar suara @psi_id yang monitoringnya saya cuplik salah satunya dari yang beredar di media sosial. 19 ribu suara dari 110 TPS, berarti rata-rata 173 suara per TPS. Dengan suara per TPS hanya 300 suara, dan partisipasi pemilih rata-rata 75 % , suara sah setiap TPS ini hanya 225 suara."
"Artinya, PSI menang 77 % di 110 TPS itu. TIDAK MASUK AKAL! Saya dan @dpp.ppp mohon atensi dan tindak lanjut seksama dari @kpu_ri dan @bawasluri untuk tidak menutup mata dari penyimpangan ini!," tegasnya.
Pengamat: Ada Upaya Bawa PSI ke Senayan
Perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melonjak tajam.
Kenaikan suara PSI berdasarkan hitung manual (real count) Komisi Pmeilihan Umum (KPU) RI dinilai tak wajar.
Atas hal ini, pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menyebut surat suara partai politik mustahil naik tajam secara langsung, bahkan dia menyindir kenaikan suara PSI ini bak sulap.
Ujang mengatakan, beberapa politisi mulai dari PDI Perjuangan hingga PPP juga menyadari ketidakwajaran kenaikan suara PSI.
“Karena sesama politisi paham, tidak mungkin langsung simsalabim suara itu, tidak mungkin langsung melonjak,” kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (3/3/2024).
Dibeberkan Ujang, di antara kecurigaan PPP dan PDIP adalah dugaan operasi untuk meloloskan PSI ke parlemen, yakni dengan cara menaikkan perolehan suara hingga tembus empat persen.
Yakni dengan cara mengalihkan suara partai politik tertentu ke PSI.
Ujang menyebut, jika memang operasi tersebut benar adanya maka kedaulatan masyarakat dalam sistem demokrasi terancam.
“Kedaulatan rakyat, suara rakyat bisa diakali, bisa dimanipulasi, bisa dimainkan, ini bahaya,” ujar Ujang.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Apresiasi Festival Cap Go Meh, Sri: Keberagaman Kota Jambi Kekuatan Utama Dalam Pembangunan
Baca juga: Prediksi Skor Osasuna vs Alaves di La Liga Malam Ini - 03.00 WIB
Baca juga: Gempa Terkini Senin 4 Maret 2024, Guncang Bengkulu Selatan Bermagnitudo 5.0
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.