Mengenal Infertilitas Pria yang Perlu Dipelajari
Banyak orang menduga-duga dan menyeret kisah yang konon katanya begini dan begitu tentang pasangan tidak kunjung memiliki anak.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Darwin Sijabat
dr Riswan mengatakan, tanda awal yang menjadi tanda yaitu apabila dalam sepekan satu sampai dua kali berhubungan tanpa alat kontrasepsi artinya ada masalah.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banyak orang menduga-duga dan menyeret kisah yang konon katanya begini dan begitu tentang pasangan tidak kunjung memiliki anak.
Dalam hubungan suami istri, faktor pria juga mempengaruhi dan cukup berperan penting datangnya si buah hati.
Hal itu disampaikan dr Riswan Hasan SpOG-KFER yang membahas tentang infertilitas pria.
"Dalam beberapa literatur bahkan faktor pria sudah mendekati 50 persen jadi sudah fifty-fifty ya. Jadi ketika suami istri ingin mengikuti program hamil disarankan berpasangan. Karena kita akan memeriksa masing-masing punya faktor tertentu (apa-red)," jelasnya.
dr Riswan mengatakan, tanda awal yang menjadi tanda yaitu apabila dalam sepekan satu sampai dua kali berhubungan tanpa alat kontrasepsi artinya ada masalah.
Permasalahannya perlu diperiksa dari masing-masing pasangan tadi.
Dokter sekaligus konsultan ini mengatakan masyarakat tidak perlu takut siapa yang salah serta tidak perlu saling menyalahkan.
Karena tujuannya yaitu mencari solusi dari faktor penyebabnya.
Penyebab pada pria biasanya pertama yaitu gangguan pada sperma.
Seperti gangguan pembentukannya belum matang, bentuknya tidak normal, pergerakannya kurang bagus.
Hal tersebut merupakan gangguan dari hormon, bisa juga dari pusat pembentukan hormonnya.
"Atau gangguan dari pabriknya di buah zakarnya sendiri atau ada infeksi atau gangguan bawaan seperti kelainan dari lahir," lanjut dr. Riswan.
Selain masalah sperma, bisa juga faktor dari transpor alias salurannya testis yang mengalami sumbatan atau banyak faktor lainnya.
Kemudian di luar itu, ada faktor disfungsi ereksi atau gangguan persarafan sehingga.
Baca juga: Perluas Jaringan, Eka Hospital Gelar Health Talk Penanganan Terkini Saraf Kejepit di Jambi
Baca juga: Pria Disuka Bumi Beri Mahar 2 Mobil hingga Rumah Rp 1,5 Miliar, Terkuak Profesi Sang Pengantin Pria
Faktor resikonya yaitu rokok, bagi perokok aktif biasanya 5-7 batang rokok perhari sudah cukup mengganggu.
Tetapi ketika ingin menghilangkan gangguan, seseorang yang berhenti merokok bisa 6-12 bulan baru sperma akan kembali normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/202431-Infertilisasi-pria.jpg)