Harga Bitcoin Melonjak di Level 64.000 Dolar Amerika, Apa Penyebab Kenaikan Harga BTC?

Harga Bitcoin (BTC) melonjak hingga di harga US$64.000 pada Rabu (28/2/2024). Kenaikan harga Bitcoin ini diikuti harga Ethereum (ETH).

Editor: Suci Rahayu PK
Ist
Harga Bitcoin (BTC) melonjak hingga di harga US$64.000 pada Rabu (28/2/2024). 

TRIBUNJAMBI.COM - Harga Bitcoin (BTC) melonjak hingga di harga US$64.000 pada Rabu (28/2/2024).

Lonjakan harga Bitcoin ini pertama kali terjadi setelah sempat merosot pada dua tahun lalu.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, kenaikan harga Bitcoin ini sekaligus memperpanjang reli lebih dari 40 persen sepanjang Februari.

Kamis (29/2) pukul 12.21 WIB, BTC bertengger di level US$ 61.947 naik sekitar 8,33 persen dalam 24 jam terakhir.

“Bitcoin saat ini hanya berjarak 9,6?ri level tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$ 69.045 yang pernah terjadi pada 10 November 2021," terangnya dalam riset mingguan, Kamis (29/2/2024).

Kenaikan harga Bitcoin ini diikuti harga Ethereum (ETH). Ethereum juga mengalami kenaikan dalam periode yang sama sekitar 5,53?n bertengger di US$ 3.438.

Baca juga: Sediakan Layanan Lengkap Perbankan, BRI Dukung Keberhasilan Otorita Ibu Kota Nusantara

Baca juga: Harga Beras Terus Melonjak, Dewan Minta Pemerintah Perhatikan Indek Penanaman Padi

Penyebab kenaikan harga Bitcoin

Trader Tokocrypto Fyqeh Fachrur menyebutkan, ada beberapa sentimen yang memicu lonjakan harga Bitcoin.

Indikasi kuat kenaikan tersebut disebabkan permintaan yang meningkat, serta lonjakan transaksi ETF Bitcoin yang mencapai US$ 2,4 miliar.

"Dengan minat investor yang tinggi tersebut, manajemen aset seperti Ishares milik Blackrock dan lainnya membutuhkan tambahan Bitcoin,” ujar Fyqieh dikutip dari Kontan.co.id.

Sentimen selanjutnya adalah kabar pembelian tambahan Bitcoin yang dilakukan Microstrategy sebesar 3.000 BTC juga berpotensi meningkatkan harga.

Dengan akuisisi terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin MicroStrategy kini berjumlah 193.000 Bitcoin, diperoleh dengan harga rata-rata US$ 31.544, dengan total sekitar US$ 6,09 miliar.

Selain itu, menurut dia, banyaknya institusi keuangan dan perusahaan besar yang mulai mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan atau sebagai metode pembayaran juga telah meningkatkan kepercayaan dan minat terhadap Bitcoin.

“Hal ini tentunya juga memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga Bitcoin,” kata dia

Baca juga: Uang Kertas dan Logam Bakal Diganti dengan Rupiah Digital, BI Sedang Uji Coba

Baca juga: Jokowi Bantah Sidang Kabinet Bahas Makan Siang Gratis Prabowo: Program Presiden Terpilih Masuk APBN

Lebih lanjut, Fyqieh mengatakan, dari sisi politik ada kekhawatiran shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS).

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved