Debat Calon Presiden
Debat Capres Terakhir, Akademisi UIN STS Jambi Tanggapi Rencana Prabowo Buat 300 Fakultas Kedokteran
Akademisi Burhanuddin menilai visi misi Capres Prabowo memberi makan gratis untuk anak dan nutrisi untuk ibu hamil bisa dilakukan maksimal.
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dosen HTN UIN STS Jambi, Burhanuddin menilai penyampaian visi misi dari Capres nomor urut 02 dalam debat terakhir dengan tema Teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, hoaks, intoleransi, pendidikan, kesehatan (post covid society) dan ketenagakerjaan sangat antusias dalam penyampaian kebijakan yang akan dilakukan.
Menurutnya ada sejumlah visi misi yang kebijakannya bisa dilakukan secara maksimal, salah satunya dengan memberi makan gratis untuk anak-anak dan nutrisi untuk para ibu hamil.
"Penyampaian visi misi misalnya memberikan ibu hamil makanan secara langsung membantu nutrisi bayi supaya pertumbuhan maksimal, menberikan dari bayi sampai dewasa, Saya lihat ketika itu dijadikan visi misi, menurut saya bisa aja dilaksanakan," jelasnya.
Namun kata dia ada sejumlah visi misi yang disampaikan realisasinya cukup sulit dilakukan, yakni dengan membuat 300 Fakultas Kedokteran untuk mencukupi kebutuhan dokter di Indonesia.
"Semua kampus mendirikan fakultas kedokteran agak susah, Karena sekarang kampus lain ada moratorium, misalnya tidak boleh kampus lain didirikan fakultas tanpa persetujuan DPR atau aturan, realisasinya tidak gampang dari yang diucapkan," ungkapnya.
Sementara itu menyoroti soal pendidikan dalam visi misi yang disampaikan oleh semua capres, Burhanuddin menilai bahwa harus ada perhatian penting bagi para tenaga pendidik.
Karena menurutnya pendidikan merupakan sumber bagaimana kualitas negara ini bisa maju.
"Untuk tenaga pendidik harus memang di fasilitasi dengan baik, sesuai dengan instrumen hukum, dilihat dari segi kemanusiaannya mereka berkerja jauh dari keluarga, jauh dari jangkauan fasilitas yang ada, maka harus memikirkan kebijakan memanusiakan dengan menaikan gaji," pungkasnya.
Baca juga: Akademisi UNH Jambi Menilai Visi Misi Para Capres di Debat Pamungkas Belum Mendalam
Baca juga: Visi Misi Anies Baswedan di Debat ke 5 Capres, Warga Tumbuh Cerdas dengan Biaya Terjangkau
Baca juga: Debat Capres 2024: Ganjar Sebut Ada 3 Bagian dalam Membangun Indonesia yang Beradab, Apa Saja?
Debat Kelima Calon Presiden, Akademisi UNH Jambi: Semua Masih Sebatas Retorika |
![]() |
---|
Akademisi UIN STS Jambi: Debat Capres Kelima Cukup Menjadi Gambaran Apa yang akan Dilakukan Kandidat |
![]() |
---|
Akademisi UIN Jambi Nilai Belum Ada Paslon yang Beri Solusi Soal UKT Mahasiswa Terlampau Tinggi |
![]() |
---|
Akademisi UIN STS Jambi: Bansos yang Diberikan pada Masyarakat Harus Produktif |
![]() |
---|
Debat Capres Terakhir Bahas Perempuan, Wenny Ungkap Banyak Kasus yang Dihadapi Perempuan di Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.