Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Banjir di Jambi

Luapan Banjir di Sungai Batang Merao Dipicu Sedimentasi

Direktur WALHI Jambi, Abdullah mengatakan dari seluruh peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Kerinci sepanjang 2019-2023, Sungai Batang Merao sel

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/FITRI AMALIA
Abdullah, Direktur WALHI Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - WALHI Jambi mengungkapkan Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci membutuhkan perhatian khusus.

Direktur WALHI Jambi, Abdullah mengatakan dari seluruh peristiwa banjir yang terjadi di Kabupaten Kerinci sepanjang 2019-2023, Sungai Batang Merao selalu disebut-sebut menjadi satu penyebab utamanya.

Hal tersebut terlihat secara jelas, Abdullah bilang banjir yang selalu terjadi di Kabupaten Kerinci akibat meluapnya volume Sungai Batang Merao hingga membanjiri bukan hanya perkebunan dan persawahan, namun luapan sungai.

Hingga saat ini, Sungai Batang Merao masih dimanfaatkan sebagai sumber air baku air bersih PDAM, sumber energi alternatif PLTMH, sumber air irigasi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Meluapnya Sungai Batang Merao yang berada pada dua wilayah administrasi, yaitu Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi itu setidaknya terjadi karena adanya sedimentasi.

“Sedimentasi yang ditimbulkan dari aktivitas pertanian hortikultura dan juga penambangan pasir dan lainnya. Tentu saja hal itu menjadi penyumbang kemampuan Batang Merao menampung air sehingga terjadilah luapan banjir,” katanya.

Ia menyimpulkan sebagai satu peristiwa yang tidak berdiri sendiri atau dengan kata lain, tidak semata-mata hanya ada kerusakan di Sungai Batang Merao itu sendiri.

Dengan menemukan aktifitas-aktifitas lain diluar sungai Batang Merao seperti aktivitas pertambangan dan pengrusakan hutan disekitar Sungai Batang Merao, maka satu pilar akar masalah sudah ketemukan.

“Masih terdapat pilar-pilar akar masalah lain yang sesungguhnya mudah kita menemukan dan harus menjadi bagian target semua pihak untuk dapat menemukan titik penyelesainnnya,”

“Baik itu dalam konteks kepentingan ekonomi maupun kebijakan politik yang kecenderungannya, lingkungan hidup selalu dianggap menjadi satu komoditas,” pungkasnya.

Baca juga: Sosok Jaleswari Pramodhawardani, Mundur dari Jabatan Deputi V KSP, Merapat ke Ganjar-Mahfud

Baca juga: Sungai Batanghari Butuh Kolam Detensi, BWSS VI Jambi Ungkap Belum Ada Bendungan Antisipasi Banjir

Baca juga: BREAKING NEWS Sekda Tanjab Barat Diganti Siang Ini

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved