Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 Halaman 178-179

Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 178-179.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Chanel Youtube Direktorat Sekolah Dasar
Belajar mengajar 

TRIBUNJAMBI.COM - Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Alam atau IPA Kurikulum Merdeka halaman 178-179.

Materi ini tentang  pemahaman akan materi sebelumnya.

Mengingat dan Memahami
1. Jelaskan faktor yang menyebabkan penyebaran penyakit berbasis
lingkungan menjadi lebih mudah tersebar!
2. Mengapa penghijauan hutan yang rusak (reforestasi) merupakan salah
satu cara mengatasi pemanasan global?
3. Seorang ilmuwan sedang mengkultur bakteri Methanobacterium
sp yang akan digunakan sebagai starter (bibit) dalam dua tabung
yang berbeda. Tabung A diberi aliran oksigen murni secara berkala
sedangkan tabung B ditutup rapat. Lalu keduanya dimasukkan ke dalam
reaktor biogas yang berbeda. Dalam reaktor tersebut dipastikan tidak
ada bakteri Methanobacterium sp yang hidup sebelumnya. Menurut
pendapatmu, reaktor manakah yang akan menghasilkan gas metana
paling banyak?
Menalar
4. Perhatikan grafik produksi jagung antara tahun 1960 sampai 2010
berikut!
a. Apa saja faktor yang mempengaruhi produksi jagung?
b. Pada tahun berapakah infeksi patogen menurunkan produktivitas
tanaman jagung?
c. Jelaskan pengaruh kekeringan terhadap produktivitas tanaman jagung?
d. Bagaimana pengaruh perubahan iklim terhadap produktivitas
tanaman jagung?
e. Apa yang akan terjadi terhadap produksi tanaman jagung jika
pemanasan global tidak ditangani secara cermat?

Jawaban

1. Faktor yang menyebabkan penyebaran penyakit berbasis lingkungan menjadi lebih mudah tersebar

Penyakit berbasis lingkungan adalah penyakit yang disebabkan oleh agen penyakit yang hidup di lingkungan, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Agen penyakit ini dapat menyebar melalui berbagai cara, seperti:

Air. Air dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti penyakit diare, kolera, dan disentri.
Tanah. Tanah dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti penyakit kaki gajah, malaria, dan demam berdarah.
Udara. Udara dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti penyakit tuberkulosis, pneumonia, dan influenza.
Hewan. Hewan dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti penyakit cacar sapi, rabies, dan penyakit mulut dan kuku.
Serangga. Serangga dapat menjadi media penyebaran penyakit, seperti penyakit malaria, demam berdarah, dan chikungunya.
Penyebaran penyakit berbasis lingkungan menjadi lebih mudah tersebar karena adanya faktor-faktor berikut:

Perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan perubahan pola curah hujan, suhu, dan kelembaban. Perubahan-perubahan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan penyebaran agen penyakit.
Pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang pesat dapat meningkatkan kepadatan penduduk. Hal ini dapat meningkatkan risiko kontak antara manusia dengan agen penyakit.
Urbanisasi. Urbanisasi dapat menyebabkan perpindahan penduduk dari desa ke kota. Perpindahan penduduk ini dapat membawa agen penyakit dari desa ke kota.
Kemiskinan. Kemiskinan dapat menyebabkan masyarakat tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
2. Mengapa penghijauan hutan yang rusak (reforestasi) merupakan salah satu cara mengatasi pemanasan global?

Hutan berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. CO2 adalah salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Reforestasi adalah kegiatan penanaman kembali hutan yang telah rusak. Kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan hutan untuk menyerap CO2 dari atmosfer.

Selain itu, hutan juga berperan penting dalam mengatur siklus air. Hutan dapat membantu mengurangi aliran air permukaan dan meningkatkan infiltrasi air ke tanah. Hal ini dapat membantu mengurangi banjir dan kekeringan.

3. Menurut pendapat saya, reaktor B akan menghasilkan gas metana paling banyak.

Bakteri Methanobacterium sp adalah bakteri anaerob, yaitu bakteri yang tidak memerlukan oksigen untuk hidup. Dalam tabung B, bakteri Methanobacterium sp akan dapat hidup dengan baik karena tidak ada oksigen. Hal ini akan menyebabkan bakteri Methanobacterium sp dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan gas metana dalam jumlah yang banyak.

Sebaliknya, dalam tabung A, bakteri Methanobacterium sp akan bersaing dengan bakteri aerob untuk mendapatkan oksigen. Hal ini akan menyebabkan pertumbuhan bakteri Methanobacterium sp menjadi lebih lambat dan menghasilkan gas metana dalam jumlah yang lebih sedikit.

4. a. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung antara lain:

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved