Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kunci dan Jawaban

Kunci Jawaban IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka Halaman 163

Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS Kurikulum Merdeka halaman 163

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASAN
Belajar Mengajar di sekolah 

TRIBUNJAMBI.COM - Kunci jawaban kelas 9 SMP mata pelajaran ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS Kurikulum Merdeka halaman 163.

Baca artikel sebelumnya kemudian jawab pertanyaan ini dengan baik.

Pengayaan. Jika dihitung berdasarkan nilai GDP,
Indonesia berada pada peringkat atas (ke 7) di dunia,
sementara jika dihitung dari pendapatan per kapita,
Indonesia berada pada peringkat bawah di dunia (ke
103 dari 187 negara menurut Bank dunia). Mengapa
hal tersebut bisa terjadi?

Jawaban

Perbedaan peringkat Indonesia berdasarkan nilai GDP dan pendapatan per kapita disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu:

Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, yaitu sekitar 275 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka nilai GDP Indonesia pun menjadi besar, meski pendapatan per kapitanya masih rendah.
Konsentrasi kekayaan yang tidak merata. Masih banyak penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini menyebabkan pendapatan per kapita Indonesia menjadi rendah.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai kedua faktor tersebut:

Jumlah penduduk yang besar

Nilai GDP adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu. Nilai GDP ini dihitung dengan mengalikan jumlah barang dan jasa yang diproduksi dengan harga barang dan jasa tersebut.

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk yang besar, maka jumlah barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia juga menjadi besar. Hal ini menyebabkan nilai GDP Indonesia menjadi besar.

Namun, nilai GDP yang besar tidak selalu berarti bahwa pendapatan per kapita suatu negara juga besar. Hal ini karena nilai GDP harus dibagi dengan jumlah penduduk untuk menghitung pendapatan per kapita.

Dalam kasus Indonesia, jumlah penduduk yang sangat besar menyebabkan pendapatan per kapita Indonesia menjadi rendah.

Konsentrasi kekayaan yang tidak merata

Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk suatu negara. Pendapatan per kapita ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan, keterampilan, jenis pekerjaan, dan lokasi.

Di Indonesia, masih banyak penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini menyebabkan pendapatan per kapita Indonesia menjadi rendah.

Konsentrasi kekayaan yang tidak merata juga menjadi salah satu penyebab rendahnya pendapatan per kapita Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar kekayaan di Indonesia dikuasai oleh segelintir orang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved