Pilpres 2024

Beredar Foto Beras Ditempel Stiker Prabowo-Gibran, Ini Penjelasan Bulog dan Bapanas

Pihak Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) buka suara terkaiy adanya foto beras Bulog yang berstempel stiker Prabowo-Gibran.

|
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Pihak Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) buka suara terkaiy adanya foto beras Bulog yang berstempel stiker Prabowo-Gibran. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) buka suara terkaiy adanya foto beras Bulog yang berstempel stiker Prabowo-Gibran.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka merupakan calon presiden dan wakil presiden dengan nomor urut 02.

Foto tersebut beredar di media sosial X (dulu Twitter).

Beras kemasan 5 kilogram itu merupakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang ditujukan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Terkait hal itu, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurti pun buka suara.

Dia menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menempelkan atribut apa pun selain label Badan Pangan Nasional dan Bulog di kemasan beras.

"Dari Bulog tidak ada atribut apa pun," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/1/2024).

Dia menjelaskan, beras SPHP tersebut sangat mudah diperoleh karena dalam pendistribusiannya Perum Bulog bekerja sama dengan berbagai jaringan distributor sampai ke ritel modern.

Baca juga: Belasan Ribu KPM Terima Bantuan Beras 10 Kg dari Pemerintah Kabupaten Tanjabtim

Baca juga: Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris di Solo Raya, Lokasi Ditangkap Boyolali Sukoharjo Pasar Kliwon

Baca juga: Daftar 7 Jenderal Polisi Dirotasi Kapolri: Memasuki Masa Pensiun

Hal itu dilakukan agar masyarakat mudah untuk mengakses beras tersebut.

Sehingga program stabilisasi harga beras dapat terlaksana secara masif dalam rangka menjaga stabilitas harga beras.

"Setelah beras dibeli oleh masyarakat, Bulog tidak dapat mengatur apa yang akan dilakukan masyarakat atas beras itu. Tapi yang pasti kita tidak ada membuat atribut apa pun," jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebut, pihaknya telah menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur beras SPHP, sesuai dengan penugasan dari pemerintah.

Dia pun memastikan bahwa tidak ada logo lain selain logo Badan Pangan Nasional dan Bulog yang ditempelkan pada kemasan saat penyaluran.

"Enggak ada logo lain selain logo kita sama Bulog. Itu biar tahu berasnya punya kita," katanya.

Namun kata dia sulit untuk mengatur beras yang sudah disalurkan dan sudah sampai ke masyarakat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved