Pilpres 2024

Mahfud MD akan Mundur dari Posisi Menko Polhukam, Jokowi: itu Hak dan Saya Sangat Menghargai

Mahfud MD bilang, pernyataan yang disampaikan Ganjar Pranowo itu adalah kesepakatan antara dirinya dan Ganjar

Editor: Rahimin
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD saat dikenalkan oleh Presiden RI, Joko Widodo sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar mundurnya Menko Polhukam Mahfud MD sudah sampai di telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi menanggapi soal bakal mundurnya Mahfud MD dari posisi Menko Polhukam.

Dikatakan Jokowi, rencana mundur tersebut merupakan hak Mahfud MD.

"Ya itu hak dan saya sangat menghargai," katanya usai menyaksikan penyerahan sejumlah Alutsista yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024).

Kabar mundurnya Mahfud MD dari posisi Menko Polhukam itu dikatakan cawapres nomor urut 3 ini menjawab pertanyaan peserta acara Tabrak Prof! di Semarang Jawa Tengah.

Pertanyaan tersebut juga terkait dengan pernyataan calon presiden nomor urut 1 Ganjar Pranowo yang mengaku telah menyarankannya untuk mundur dari jabatan guna menghindari konflik kepentingan.

Mahfud MD bilang, pernyataan yang disampaikan Ganjar Pranowo itu adalah kesepakatan antara dirinya dan Ganjar.

Dikatakannya, kesepakatan tersebut pada saatnya yang tepat dirinya pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik sebagai Menko Polhukam.

Dijelaskannya, isyarat terkait rencana pengunduran dirinya tersebut sudah disampaikan saat debat kedua calon wakil presiden atau debat keempat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1/2024) lalu.

Saat itu, Mahfud MD telah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengangkatnya sebagai Menko Polhukam.

Saat itu, Mahfud MD percaya Jokowi memiliki niat yang baik untuk rakyat.

Setelah mengucapkan terima kasih ia menyatakan akan melanjutkan tugasnya dengan Ganjar yang dinilainya sebagai calon presiden yang pro rakyat.

Ia mengungkapkan alasannya mengapa sampai saat ini belum mundur sebagai Menko Polhukam.

Pertama, aturan tidak melarang hal tersebut.

"Yang kedua, saya juga ingin memberi contoh. Kalau saya ini menjadi calon wakil presiden masih merangkap, apakah saya menggunakan kedudukan saya untuk memanfaatkan fasilitas negara atau tidak," kata dia saat menghadiri acara Tabrak Prof! di Semarang pada Selasa (23/1/2024) dan disiarkan di kanal Youtube resmi Mahfud MD.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved