Kunci dan Jawaban
Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 96, Solusi Tumpang Tindih
Kumpulan Soal PKN Kelas 8 halaman 96 Kurikulum Merdeka lengkap kunci jawaban.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Berikut kumpulan Soal PKN kelas 8 lengkap kunci jawaban di halaman 96.
1. Pada sebuah sekolah terdapat organisasi siswa OSIS, MPK, PMR, dan Pramuka. Suatu hari, organisasi-organisasi sekolah mengadakan rapat kerja bersama. Setiap organisasi menyampaikan program kerjanya masing-masing. Ternyata didapati tumpang tindih program kerja antara organisasi-organisasi tersebut. Namun, setiap organisasi bersikukuh tidak mau mengurangi, apalagi menghilangkan program kerjanya. Rapat kerja pun deadlock (terkunci). Bila kalian dimintai pendapat, bagaimana pendapat kalian sebagai solusi dan titik temu dari persoalan di atas?
2. Ketua RW mengadakan program pengaspalan jalan warga atas bantuan pencairan dana desa. Pengaspalan meliputi lima RT. Semua warga perwakilan RT datang bergotong-royong dan bekerja sama membersihkan jalanan yang akan diaspal. Hanya, ada satu RT yang tidak ada perwakilan warganya.
Usai pengaspalan selesai, ketua RT yang tidak mengirimkan perwakilan warganya tersebut, menyampaikan protes karena pengaspalan di wilayah RT-nya kurang rapi, tidak seperti RT-RT lainnya. Jika kalian menjadi Ketua RW, bagaimana cara kalian menyelesaikan persoalan di atas?
3. Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia di bawah Kanada. Panjangnya mencapai 99.093 kilometer. Namun, faktanya Indonesia masih menjadi negara pengimpor garam. Menurut analisis kalian, apa faktor yang menyebabkan Indonesia masih menjadi negara pengimpor garam? Sebagai generasi muda, apa pemikiran yang kalian tawarkan untuk mengatasi gap antara produksi dan kebutuhan konsumsi garam?
JAWABAN
1. Solusi tumpang tindih program kerja organisasi siswa
Tumpang tindih program kerja organisasi siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Kurangnya komunikasi dan koordinasi antar-organisasi siswa.
Kurangnya pemahaman antar-organisasi siswa tentang ruang lingkup kerja masing-masing.
Kurangnya komitmen antar-organisasi siswa untuk bekerja sama.
Untuk mengatasi persoalan tumpang tindih program kerja organisasi siswa, diperlukan solusi yang komprehensif, meliputi:
Peningkatan komunikasi dan koordinasi antar-organisasi siswa. Komunikasi dan koordinasi yang baik dapat membantu organisasi siswa untuk saling memahami dan menghindari terjadinya tumpang tindih program kerja.
Pemahaman yang lebih baik tentang ruang lingkup kerja masing-masing organisasi siswa. Setiap organisasi siswa perlu memahami ruang lingkup kerja masing-masing, sehingga dapat menghindari terjadinya tumpang tindih program kerja.
Komitmen antar-organisasi siswa untuk bekerja sama. Organisasi siswa perlu berkomitmen untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tumpang tindih program kerja organisasi siswa:
Pada rapat kerja bersama, setiap organisasi siswa perlu menyampaikan program kerjanya secara rinci. Penyajian program kerja secara rinci dapat membantu organisasi siswa lain untuk memahami ruang lingkup kerja masing-masing.
Setelah rapat kerja, dibentuk tim kerja yang terdiri dari perwakilan dari masing-masing organisasi siswa. Tim kerja ini bertugas untuk mengkaji program kerja masing-masing organisasi siswa dan mencari titik temu untuk menghindari terjadinya tumpang tindih.
Tim kerja perlu melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan masing-masing organisasi siswa. Komunikasi dan koordinasi yang intensif dapat membantu tim kerja untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan persoalan tumpang tindih program kerja organisasi siswa dapat diatasi dengan baik.
2. Solusi persoalan pengaspalan jalan warga
Persoalan pengaspalan jalan warga yang tidak rapi di wilayah RT yang tidak mengirimkan perwakilan warganya dapat diselesaikan dengan beberapa cara, antara lain:
Ketua RW perlu memanggil ketua RT yang bersangkutan untuk membahas persoalan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, ketua RW dapat menjelaskan bahwa pengaspalan jalan warga merupakan kegiatan gotong royong yang membutuhkan partisipasi dari semua warga.
Ketua RW dapat meminta ketua RT yang bersangkutan untuk menginstruksikan warganya untuk memperbaiki pengaspalan jalan di wilayahnya. Ketua RT dapat memberikan arahan kepada warganya tentang cara memperbaiki pengaspalan jalan yang kurang rapi.
Ketua RW dapat meminta bantuan dari warga RT lain untuk memperbaiki pengaspalan jalan di wilayah RT yang bersangkutan. Bantuan dari warga RT lain dapat membantu mempercepat perbaikan pengaspalan jalan yang kurang rapi.
Jika ketua RW memilih untuk memanggil ketua RT yang bersangkutan untuk membahas persoalan tersebut, maka ketua RW perlu bersikap bijaksana dan penuh pengertian. Ketua RW perlu menjelaskan bahwa pengaspalan jalan warga merupakan kegiatan gotong royong yang membutuhkan partisipasi dari semua warga. Ketua RW juga perlu memahami alasan ketua RT yang bersangkutan tidak mengirimkan perwakilan warganya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.