Sopir Online Jadi Korban Begal

Ngaku Tak Bekerja Lagi, Tiga Orang Nekat Begal Sopir Transportasi Online

unit Reskrim Polsek jaluko bersama Satreskrim Polres Muaro Jambi bergerak cepat dalam mengungkap kasus begal mobil yang terjadi di wilayah Jaluko Muar

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Press rilis kasus begal sopir transportasi online di Jaluko Muaro Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Tim dari unit Reskrim Polsek jaluko bersama Satreskrim Polres Muaro Jambi bergerak cepat dalam mengungkap kasus begal mobil yang terjadi di wilayah Jaluko Muaro Jambi.

Seorang warga Kota Jambi menjadi korban begal. Satu unit mobil yang dia gunakan untuk angkutan online dibawa kabur oleh lima orang yang tidak ia kenal.

Informasi yang dihimpun, korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku akan menggunakan jasanya untuk mengangkut sesuatu.

Kemudian, pada hari Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB korban pergi ke Citra Raya City (CRC). Setibanya di lokasi, korban langsung menghubungi pelaku yang mengaku bernama Rizal.

Setelah 1 jam lamanya menunggu di lokasi, pelaku yang mengaku bernama Rizal ini menghubungi korban kembali melalui pesan WhatsApp bahwa orang yang memesan mobil telah menunggu di bundaran.

Setibanya di lokasi yang dimaksud, korban melihat ada lima pelaku yang menggunakan mobil dan sepeda motor.

Lalu, ada dua pelaku ini turun dari mobil dan naik ke mobil milik korban dan dua pelaku lain berada di sepeda motor. Lalu satu pelaku yang membawa mobil itu pergi meninggalkan lokasi.

Kemudian, pemilik mobil (korban) diarahkan oleh dua orang pelaku yang ada di mobilnya menuju ke lokasi di Jalan Citra Raya City (CRC).

Setibanya di lokasi, pemilik mobil ini langsung ditodong menggunakan pisau. Setelah ditodong, pemilik mobil ini diseret turun ke luar mobil lalu diikat pakai tali di pohon. Saat diikat, pemilik mobil ini sempat melawan dan akhirnya pelaku menyayat bagian lengan kanan korban.

Setelah menjalankan aksinya, empat pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi dan membawa mobil milik korban dan dompet yang berisikan SIM, KTP, kartu BPJS serta uang tunai sebesar Rp 27 ribu.

Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, akhirnya polisi berhasil mengamankan tiga pelaku, yakni SS, HS dan BP.

Dari pengakuan pelaku, mereka melakukan aksi tersebut lantaran kondisi ekonomi dan sedang tidak bekerja. Mereka telah merencanakan aksi begal itu jauh hari.

"Baru satu kali ini, kondisi ekonomi karena sudah tidak kerja lagi makanya kami nekat seperti ini. Kami sangat menyesal," kata Billy Prayogi (BP) salah satu pelaku yang menjadi otak aksi kejatahan tersebut. Senin (22/1).

Dia juga mengaku bahwa satu unit mobil Isuzu Traga dengan Nopol BH 8090 MX hasil kejahatan mereka akan dijual ke salah satu penadah yang berlokasi di Kabupaten Merangin.

"Mau di Jual ke Merangin," tuturnya singkat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved