Wisata Jambi

Wisata Pasar Terapung di Kawasan Candi Muarojambi, Nikmati Kudapan di Atas Sampan

Wisata Pasar Terapung yakni wisata dadakan di disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi.

Penulis: A Musawira | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Musawira
Wisata Pasar Terapung yakni wisata dadakan di disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi. 

Wisata Pasar terapung di Kompleks Percandian Muaro Jmabi bisa jadi destinasi wisata jika berkunjung ke Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wisata Pasar Terapung yakni wisata dadakan di disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi.

Mereka memanfaatkan banjir untuk berjualan. Uniknya emak-emak berjualan itu menggunakan sampan/perahu ala Pasar Terapung.

Lokasinya berada di halaman Candi Astano di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarojambi yang saat ini terendam banjir. Hanya butuh sekitar 60 menit perjalanan kendaraan dari Kota Jambi.

Wisata Pasar Terapung yakni wisata dadakan di disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi.
Wisata Pasar Terapung yakni wisata dadakan di disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi. (Tribunjambi.com/Musawira)

"Nah, emak-emak di sana itu jualan di atas perahu ala Pasar Terapung," ujar Pemandu Wisata KCBN Muarojambi Rafsanjani, Rabu (17/1/2024).

Pria yang akrab disapa Isan itu menyebut di tengah musibah banjir di Kawasan Percandian Muaro Jambi warga sekitar memanfaatkan situasi ini untuk bertahan hidup.

"Banyak aneka makanan dijual di atas perahu itu. Mulai dari kue tradisional hingga makanan berat," katanya.

Setidaknya ada delapan hingga 10 perahu yang menjajahkan daganganya. Pasar Terapung itu dibuka pukul 14.00 WIB Senin-Minggu.

Baca juga: Resep Terong Balado, Goreng Terong Sebelum Dicampur Bumbu

Baca juga: Sebab Seseorang Harus Mandi Wajib, Bacaan Niat dan Doa

“Yang Paling ramai Sabtu dan Minggu,” sebutnya.

Selain ada pasar terapung, Pengunjung juga bisa sewa perahu sepuasnya dengan harga Rp10 ribu. Dengan sewa perahu pengunjung juga bisa berinteraksi dengan pedagang Pasar Terapung ini.

“Emak-emak yang berjualan ini adalah emak-emak yang tergabung dalam Pasar Dusun Karet. Karena di lokasi Paduka terdampak banjir, maka beralih daganganya di atas perahu di depan candi astano. Jadi emak-emak ini bisa survive walaupun banjir,” katanya.

Situasi banjir dimanfaatkan emak-emak disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi untuk berjualan.
Situasi banjir dimanfaatkan emak-emak disekitar kawasan komplek percandian Muaro Jambi untuk berjualan. (Musawira)

Satu diantara warga RT 09 Desa Muarajambi, Nurul Nazipah mengatakan ide ini muncul ketika musibah banjir melanda di lokasi di rumahnya.

Warga yang terkepung dengan banjir itu berinisiatif melakukan atraksi jual beli di atas perahu dengan memanfaatkan pengunjung Candi Muaro Jambi.

“Yang dijual tidak terlalu banyak, ada mie ayam, bakso, mie swan, pempek cakar ayam, cilok kuah kacang, cilok ayam suir, keripik ubi kuah sate, kopi, teh dan jahe susu,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Musawira)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Resep Kue Pukis Empuk, Masukkan Adonan dalam Cetakan Jangan Terlalu Penuh

Baca juga: Survei Ipsos Terbaru: Shopee Live Jadi Fitur Live Streaming Favorit Brand Lokal dan UMKM

Baca juga: Jadwal Acara NET TV Hari ini Kamis 18 Januari 2024: Drakor My ID Is Gangnam Beauty dan 86

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved