Tafsir Mimpi

Arti Mimpi Dikejar Buaya Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Baik?

Menurut primbon Jawa, mimpi dikejar buaya memiliki arti yang beragam, bisa pertanda baik atau buruk.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Menurut primbon Jawa, mimpi dikejar buaya memiliki arti yang beragam, bisa pertanda baik atau buruk.

Berikut adalah beberapa arti mimpi dikejar buaya menurut primbon Jawa:

Secara umum, mimpi dikejar buaya merupakan pertanda buruk. Mimpi ini bisa menjadi peringatan akan adanya bahaya atau masalah yang akan menimpa pemimpi. Bahaya tersebut bisa berupa kecelakaan, kerugian finansial, kehilangan orang yang dicintai, sakit, atau bahkan kematian.
Jika yang dikejar adalah buaya kecil, maka mimpi ini berarti pemimpi akan mengalami masalah yang tidak terlalu besar. Masalah tersebut bisa berupa pertengkaran kecil, masalah pekerjaan, atau masalah keluarga.
Jika yang dikejar adalah buaya besar, maka mimpi ini berarti pemimpi akan mengalami masalah yang besar. Masalah tersebut bisa berupa kerugian finansial yang besar, kehilangan orang yang dicintai, atau bahkan kematian.
Jika pemimpi berhasil melarikan diri dari buaya, maka mimpi ini berarti pemimpi akan berhasil melewati masalah yang akan menimpanya. Namun, jika pemimpi tidak berhasil melarikan diri dari buaya, maka mimpi ini berarti pemimpi akan mengalami masalah tersebut.
Jika buaya yang mengejar pemimpi adalah buaya putih, maka mimpi ini berarti pemimpi akan mendapatkan keberuntungan dalam waktu dekat. Keberuntungan tersebut bisa berupa rezeki, kesuksesan, atau kebahagiaan.
Jika buaya yang mengejar pemimpi adalah buaya hitam, maka mimpi ini berarti pemimpi akan mengalami kekecewaan atau kesedihan. Kekecewaan atau kesedihan tersebut bisa disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, keluarga, atau hubungan percintaan.

Mimpi Sebagai Petunjuk

Tidak semua mimpi yang dialami oleh seseorang bisa dijadikan sebagai petunjuk, sebab ada kemungkinan mimpi yang dialami bukan berasal dari petunjuk Allah, tapi karena bisikan setan.

Mimpi bisa juga disebabkan tersibukkannya seseorang memikirkan suatu objek tertentu hingga objek itu terbawa dalam mimpinya.

Dalam Islam, mimpi yang dapat dijadikan pijakan adalah mimpi yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah.  

Nabi Muhammad menjadikan dasar penetapannya pada sebuah mimpi yang dialami para sahabat. 

Dalam menentukan pensyariatan adzan yang berdasarkan mimpi Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab. Hal ini merupakan salah satu contoh dari mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah.

Untuk membedakan antara mimpi yang benar-benar petunjuk dari Allah dengan mimpi yang berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. 

Jika mimpi terjadi dini hari atau saat waktu sahur, kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan. 
Sedangkan mimpi yang dipandang merupakan bisikan dari setan adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. 


“Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).

Baca juga: Arti Mimpi Gigi Copot, Pertanda Kehilangan hingga Kesedihan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved