Pilpres 2024

Fakta Peretasan Situs Kemenhan, Disebut Anies Baswedan saat Debat Capres untuk Memojokkan Prabowo

Fakta peretasan situs Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto. Faktanya situs Kemanhan memang pernah menjadi sasaran hacker awal Novembe

Editor: Suci Rahayu PK
imdb
Ilustrasi hacker 

TRIBUNJAMBI.COM - Fakta peretasan situs Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto.

Terkait peretasan situs Kemenhan sempat diungkapkan capres Anies Baswedan saat debat capres cawapres pada Minggu (7/1/2023) malam.

"Dan lebih jauh lagi, ironisnya, Kementerian Pertahanan menjadi kementerian yang dibobol oleh hacker pada 2023,” ucap Anies Baswedan dalam debat ketiga.

“Sebuah ironi, karena itu kita ingin mengembalikan dan Rp700 triliun anggaran Kementerian Pertahanan tidak bisa mempertahankan itu, justru digunakan untuk membeli alutsista yang bekas,” imbuh Anies Baswedan.

Faktanya situs Kemanhan memang pernah menjadi sasaran hacker awal November 2023.

Mengutip Kompas.com, analisis dari pakar keamanan siber Pratama Dahlian Persadha menduga, peretasan situs Kemhan.go.id terjadi akibat pelaku melakukan akses ilegal memanfaatkan kebocoran data pribadi sejumlah pegawai.

Baca juga: BREAKING NEWS Seorang Pria Akhiri Hidup di Cucian Mobil di Mayang, Rekan Sebut Sempat Mondar-mandir

Baca juga: Daftar Harga Rokok 2024, Tarif Cukai Rokok dan Rokok Elektrik Naik

Baca juga: Kapolda Jambi Pimpin Sertijab PJU dan 4 Kapolres

Hal tersebut disampaikan Pratama setelah menemukan indikasi data pribadi sejumlah pegawai Kemhan digunakan pelaku untuk membobol dan mencuri data.

Secara rinci, ada 667 user serta 37 karyawan yang data pribadinya mengalami kebocoran.

“Bentuk standar dari pencurian informasi yaitu mengumpulkan informasi login, seperti nama pengguna dan kata sandi, yang dikirimkan ke sistem lain melalui e-mail atau melalui jaringan,” kata Pratama pada Jumat, 3 November 2023 lalu, mengomentari peretasan yang menimpa situs resmi Kemhan.

Pratama menuturkan serangan stealer pelaku peretasan memiliki akun anonim "Two2" dan biasanya mencuri informasi untuk dijual di situs BreachForums.

Terpisah, Kepala Biro Humas Kemenhan Brigjen Edwin Adrian Sumantha mengatakan, data-data Kemhan yang diretas merupakan data seperti pendaftaran komponen cadangan (komcad) dan siaran pers atau PPID.

Edwin memastikan tidak ada dokumen atau data sensitif tidak disimpan di laman kemhan.go.id meski pihaknya sempat menonaktifkan sementara laman kemhan.go.id usai peretasan terjadi.

“Sebagai langkah preventif dan guna keperluan assessment tersebut, situs Kemenhan untuk sementara dinonaktifkan,” katanya, Jumat di hari yang sama.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Situs Kemenhan RI Diduga Diretas Menggunakan Perangkat "Stealer"",  

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pria yang Akhiri Hidup di Cucian Mobil Sempat Cerita Sedang Ada Persoalan Keluarga

Baca juga: Surat Suara DPRD Kota Jambi dan DPRD Provinsi Jambi Sampai ke KPU Kota Jambi

Baca juga: Daftar Harga Rokok 2024, Tarif Cukai Rokok dan Rokok Elektrik Naik

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved