AS Roma

Alasan Thiago Pinto Tinggalkan AS Roma: Secara Pribadi, Saya Lelah

Direktur AS Roma, Tiago Pinto mengungkapkan alasannya meninggalkan Giallorossi pada awal bulan depan.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
asroma.com
Thiago Pinto, direktur AS Roma 


TRIBUNJAMBI.COM - Direktur AS Roma, Tiago Pinto mengungkapkan alasannya meninggalkan Giallorossi pada awal bulan depan.

Dia mengumumkan dia akan pergi bulan depan, sembari mengungkapkan bagaimana dia membuat Jose Mourinho, Romelu Lukaku, dan Paulo Dybala dengan ‘lelucon’ yang kemudian berubah menjadi serius.

Juru transfer asal Portugal itu mengonfirmasi bahwa dia akan hengkang pada Februari, segera setelah jendela transfer Januari ditutup, meski kontraknya seharusnya bertahan hingga Juni 2024.

“Saya pikir siklus ini hampir berakhir,” katanya kepada The Athletic.

“Saya tidak berbicara tentang siklus Roma atau siklus Friedkin, namun misi yang saya miliki hampir selesai. Secara pribadi, saya merasa lelah.”

Tiago Pinto menjadi terkenal di Benfica dan keluarga Friedkin berharap dia akan membawa kemampuan yang sama untuk mengembangkan bakat lokal dari akademi muda ke skuad senior di AS Roma.

Seiring dengan krisis cedera dan parameter Financial Fair Play yang melumpuhkan sehingga sulit merekrut siapa pun, Jose Mourinho memang banyak mempromosikan pemain dari tim Primavera.

Ternyata ada banyak pekerjaan di balik layar untuk membantu mempermudah prosesnya juga.

“Kami akan memilih pemain terbaik dari akademi dan melatih mereka seolah-olah mereka adalah pemain tim utama."

"Mereka akan mendapatkan psikolog, ahli gizi, dan pelatihan khusus. Orang-orang dari departemen komunikasi memberi mereka pelatihan media."

"Semua untuk mengurangi kesenjangan dari tim yunior ke tim utama. Nicola Zalewski dan Edoardo Bove adalah bagian dari grup itu.”

Tiago Pinto selalu dihormati oleh para penggemar AS Roma karena mereka menyalahkan pendahulunya, Monchi, atas krisis keuangan mereka.

“Kami memiliki lebih dari 70 pemain yang terikat kontrak dan sebagian besar dari mereka adalah pemain non-kunci."

"Banyak pemain yang terikat kontrak dengan Roma memiliki beban gaji yang berat dan tidak tampil bagus di luar lapangan.”

Keahlian terbesarnya adalah mengumpulkan €30-35 juta yang dibutuhkan pada 30 Juni untuk menyeimbangkan pembukuan dengan menjual banyak pemain yang bukan bagian dari grup inti.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved