Bisnis
Cabai Merah Tembus Rp120 Ribu, Pedagang Berharap Harga Cepat Stabil
Warga Kabupaten Tanjab Timur keluhkan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok seperti harga cabai merah tembus di kisaran Rp80 hingga Rp120 ribu per Kg
Penulis: anas al hakim | Editor: Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Warga Kabupaten Tanjab Timur keluhkan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kalangan Sabak Barat. Lonjakan harga tersebut terjadi memasuki awal tahun 2024.
Dimana, harga cabai merah tembus di kisaran Rp80 hingga Rp120 ribu per kilogramnya.
Siti, ibu rumah tangga asal Kelurahan Babat, Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur, ia menyampaikan harga cabai merah melonjak dari Rp45 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogramnya.
“Hari minggu kemarin harga cabai merah masih di angka Rp45 ribu bang, kemarin ini langsung naik jadi Rp80 ribu per kilogramnya," jelasnya, Jumat (5/1).
"Kami berharap, kalau bisa harga cabai merah ini kembali stabil, karena itu merupakan kebutuhan pokok juga bagi kami sebagai ibu rumah tangga," sambungnya.
Menurut Siti, memang sebagian harga masih stabil, seperti harga bawang merah di pasar kalangan Sabak Barat saat ini Rp28 ribu per kilogramnya.
Sedangkan untuk harga bawang putih di angka Rp35 ribu per kilogramnya. Dirinya mengatakan, bahwa perubahan harga tersebut mulai terjadi pasca libur tahun baru.
Sementara itu, Desi, warga Kecamatan Muarasabak Timur, juga menyampaikan hal yang sama, ia keluhannya terkait tingginya harga cabai merah.
Ia menerangkan, saat ini harga cabai merah yang di jual di pasar tradisional yang ada di Kelurahan Muara Sabak Ulu berkisar Rp120 ribu per kilogramnya.
"Diawal tahun ini, harga cabai malah naik, terpaksa kami belinya sedikit, biasanya 1 Kg, ini cuman seperemat. Kami rakyat kecil, berharap, pemerintah daerah atau dinas terkait bisa merespon cepat hal ini, supaya harga kebutuhan pokok ini bisa kembali normal,” harapnya.
Masih Tinggi Meski Turun Rp35 ribu
Sementara itu di Kabupaten Batanghari, harga Sembako juga masih cukup tinggi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop UKM, Edi Sabara mengatakan bahwa harga kebutuhan pokok seperti cabai merah dan daging ayam di Pasar Keramat Tinggi belum kembali ke harga normal.
"Berdasarkan pantauan harga, untuk sementara ini pasca tahun baru. Harga masih relatif tinggi, meski ada penurunan tapi cukup tinggi," ujarnya.
Saat ini harga cabai merah di Pasar Keramat Tinggi Batanghari, dijual Rp65 ribu per kilogram. Edi mengatakan bahwa harga tersebut sudah mengalami penurunan dari sebelumnya Rp100 ribu per kilogram.
Meski mengalami penurunan, ia mengatakan bahwa harga-harga bahan pangan pokok belum kembali ke harga normal. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa, banjir disejumlah wilayah Provinsi Jambi khususnya di Kerinci juga menjadi penyebab harga cabai tinggi.
"Seperti cabai, daging ayam. Penyebab utama kebanyakan pedagang libur tahun baru, jadi pedagang sedikit. Kemudian kemungkinan banjir ini juga mempengaruhi karena sebagian besar cabai dari Kerinci," jelasnya.
Terkait dengan kondisi pasar, Edi mengatakan bahwa saat ini daya beli masyarakat masih cukup tinggi meski harga belum kembali normal. (nas/uti)
Tesla Digugat 25 Negara Terkait Limbah Baterai yang Berbahaya |
![]() |
---|
Sanksi Siap Menanti UMKM Tak Miliki Sertifikasi Halal |
![]() |
---|
Insentif PPN DTP Rumah Berlanjut, Sektor Properti Diramal Meningkat |
![]() |
---|
Bawal Putih Dibandrol 500 Ribu Per Kilogram Jelang Perayaan Imlek |
![]() |
---|
Toyota Tersandung Skandal Mesin Diesel, Ada Fortuner Produksi Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.