Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 22 Desember 2023 - Waspadalah dengan Pengajaran yang Dipelajari
Bacaan ayat; Matius 16:6 (TB) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.
Renungan Harian Kristen 22 Desember 2023 - Waspadalah dengan Pengajaran yang Dipelajari
Bacaan ayat; Matius 16:6 (TB) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Farisi dan Saduki adalah kelompok yang ada dalam agama Yahudi dengan pengajaran yang berbeda. Kelompok Farisi menekankan ketaatan kepada Hukum Taurat secara harafiah.
Bagi mereka, peristiwa pembuangan ke Babel adalah bentuk hukuman Tuhan karena tidak melakukan hukum Taurat dengan benar.
Sedangkan kelompok Saduki lebih fokus pada ibadah di Bait Allah.
Mereka lebih menekankan pada tempat dimana seseorang melakukan ritual ibadah.
Itu sebabnya kelompok Saduki didominasi para imam yang kehidupan kesehariannya terhubung dengan Bait Allah.
Pada masa pelayanan-Nya, Yesus seringkali beradu argumentasi dengan dua kelompok ini.
Yesus seringkali melakukan protes kepada ajaran yang mereka anut, sebab mengabaikan apa yang paling mendasar terkait dengan pengajaran yang diberlakukan
Hari itu Yesus memberikan peringatan kepada para murid. "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
Para murid salah paham dengan peringatan Yesus.
Dikiranya Yesus sedang protes gara-gara mereka tidak membawa roti.
Yesus meluruskan kesalahpahaman tersebut, barulah mereka paham bahwa ajaran orang Farisi san Saduki lah yang perlu mereka waspadai.
Mengapa? Karena pengajaran orang Farisi lebih fokus pada apa yang tertulis, sehingga kehilangan pesan dasarnya.
Seringkali ketaatan harafiah lebih ditekankan sedangkan pesan pentingnya diabaikan. Sementara orang Saduki fokus pada ritual dan simbol tentang kesalehan hidup.
Bait Allah diposisikan sebagai pusat kehidupan beriman sehingga mengabaikan kepedulian kepada orang-orang yang terabaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Yesus tampil dengan sikap kritis. Hukum Taurat diberikan sebagai alat untuk menata kehidupan beriman agar tertata sesuai dengan keinginan dan kehendak Allah.
Hukum Taurat menjadi alat untuk menata kehidupan agar menjadi lebih baik. Hukum Taurat adalah alat, bukan tujuan.
Sementara Bait Allah harus diposisikan sebagai tempat dimana seseorang dapat berjumpa dengan Allah melalui ritual.
Perjumpaan sesungguhnya justru terjadi dalam kebersamaan dengan sesama dalam pengalaman hidup hari lepas sehari.
Memang sikap kritis sangat diperlukan agar setiap kita mempunyai filter terhadap ajaran yang pincang.
Kita perlu memahami karya Allah secara utuh dan menyeluruh.
Waspadalah dengan para Farisi dan Saduki modern, yang mencoba melekatkan iman pada ritual dan simbol serta pemahaman harafiah terhadap Alkitab.
Roh Kudus akan menuntun sehingga kita tetap dalam ajaran yang benar. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Plembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)