Jumlah Perbankan di Jambi yang Masih Eksis dan Faktor Eksistensinya

Yudha Nugraha Kurata, Kepala OJK Provinsi Jambi menyampaikan jumlah Bank Konvensional di Jambi tercatat sebanyak 26 bank umum konvensional, 19 BPR Kon

Istimewa
Kepala OJK Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Yudha Nugraha Kurata, Kepala OJK Provinsi Jambi menyampaikan jumlah Bank Konvensional di Jambi tercatat sebanyak 26 bank umum konvensional, 19 BPR Konvensional, dan BPR Syariah belum ada.

Kemudian ada 5 bank umum syariah, 7 unit usaha syariah.

"Pendorong terjadinya penurunan jumlah jaringan kantor atau layanan fisik perbankan ada beberapa faktor," katanya, Selasa (19/12/2023).

Ada dorongan perubahan gaya hidup masyarakat ke arah pelayanan perbankan secara digital.

Perkembangan layanan perbankan digital yang semakin baik sehingga mulai menggantikan pelayanan perbankan secara konvensional.

"Pemanfaatan agen LAKU PANDAI (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) sebagai perpanjangan tangan perbankan dalam pemberian layanan kepada nasabah," jelas Yudha.

Dia menyampaikan, selama beberapa tahun belakangan ini, tuntutan akselerasi digital semakin mengemuka didorong perubahan ekspektasi publik akan layanan keuangan yang cepat, efisien, dan aman serta dapat dilakukan dari mana saja.

Kondisi demikian mengharuskan perbankan untuk menempatkan transformasi digital sebagai prioritas dan salah satu strategi dalam upaya peningkatan daya saing bank.

Transformasi digital menuntut perbankan untuk mengubah pola pengelolaan dan operasional yang dilakukan.

Pergeseran dari konsep traditional bank ke future bank mendorong bank antara lain untuk menyesuaikan strategi bisnis, melakukan penataan ulang jaringan distribusi, mendorong transaksi perbankan melalui digital channel (mobile app dan internet-red).

Termasuk penggunaan perangkat perbankan elektronik terkini, dalam upaya peningkatan customer experience (end-to-end digital solution-red).

Secara tidak langsung, Pandemi Covid-19 menjadi akselerator perubahan gaya hidup dan layanan keuangan kearah digital.

Kata Yudha, keterbatasan untuk beraktivitas fisik menyebabkan terjadinya inovasi di sektor jasa keuangan agar layanan keuangan tetap dapat diakses oleh masyarakat.

Selain hal tersebut diatas, digitalisasi juga mendorong perbankan untuk melakukan efisiensi dengan salah satu caranya adalah penutupan jaringan kantor dan melakukan transformasi bisnis kearah digital.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved