Profil dan Biodata Tokoh

Profil Mayor Teddy, Eks Ajudan Jokowi yang Kini Jadi Ajudan Prabowo Diduga Langgaran Aturan Pemilu

Berikut profil ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mayor Inf Teddy Indra Wijaya tengah menjadi sorotan lantaran diduga langgar aturan Pemilu.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kolase Tribunnews/ Kolase Tribun Jambi
Berikut profil ajudan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Mayor Inf Teddy Indra Wijaya tengah menjadi sorotan lantaran diduga langgar aturan Pemilu. 

Mayor Inf Teddy Indra Wijaya merupakan lulusan terbaik US Army Ranger School, Fort Benning, Amerika Serikat (AS), kini menjadi sorotan lantaran diduga melanggar aturan Pemilu.

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut profil ajudan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Mayor Inf Teddy Indra Wijaya tengah menjadi sorotan lantaran diduga langgar aturan Pemilu.

Dugaan pelanggaran tersebut saat Mayor Teddy menghadiri debat capres Pilpres 2024.

Dia tidak hanya sekedar hadir, namun tampak memakai kemeja biru muda yang merupakan seragam kampanye capres nomor urut 02 itu.

Mayor Inf Teddy Indra Wijaya merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) tahun 2011.

Sebelumnya, ia menamatkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Teddy Indra Wijaya merupakan prajurit infanteri dari Kopassus sekaligus satu di antara prajurit terbaik yang dimiliki TNI AD.

Dalam perjalanan kariernya, Teddy Indra Wijaya pernah terpilih menjadi satu di antara asisten ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) per 11 April 2016.

Saat menjadi asisten ajudan Jokowi, Teddy Indra Wijaya masih menyandang pangkat Letnan Satu (Lettu).

Baca juga: Bawaslu Segera Umumkan Dugaan Pelanggaran Netralitas Ajudan Pribadi Prabowo Saat Debat Capres

Baca juga: Kronologi Ibu Hamil di Tanjabbar Jambi Tertembak saat Polisi Tangkap Bandar Narkoba

Baca juga: Persiapan Cak Imin, Gibran dan Mahfud MD Jelang Debat Cawapres dengan Tema Keuangan hingga APBN

Dalam video yang diunggah ke akun resmi Youtube Jokowi berjudul "Sang Asisten Ajudan Presiden", Teddy Indra Wijaya bercerita bagaimana dirinya bisa menjadi asisten ajudan kepala negara.

Untuk menjadi ajudan, seseorang harus melalui seleksi ketat dari masing-masing angkatan. Teddy pun terpilih mewakili TNI.

Teddy juga menjabarkan perbedaan tugas antara Paspampres dan ajudan.

Paspampres fokus kepada pengamanan dan keselamatan Presiden.

Sementara ajudan dan asisten ajudan lebih bersifat ke dalam kegiatan presiden sehari-hari agar bisa bekerja lancar dan nyaman.

Selama menjadi ajudan, Teddy mengaku pernah mendampingi Jokowi di lima provinsi selama lima hari kerja.

Kegiatan yang dilakukan Presiden ini merupakan sebuah tinjauan ke beberapa daerah untuk melihat perkembangan pembangunan dan keluh-kesah masyarakat.

Baca juga: Jokowi ke Anies Soal Indeks Demokrasi Menurun: Ada yang Caci Maki dan Rendahkan Presiden, Biasa Saja

"Jokowi pernah selama lima hari kerja, satu hari satu provinsi untuk melihat perkembangan daerah, pembagian sertifikat tanah, pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), peninjauan, bahkan peresmian tertentu," ucap Teddy.

Lulusan Terbaik di US Army Infantry School

Setelah tiga tahun menjadi ajudan Jokowi, Teddy Indra Wijaya lantas melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.

Tepatnya di US Army Ranger School, Fort Benning, Amerika Serikat (AS).

Di sana, Teddy meraih tiga penghargaan sekaligus setelah menempuh pendidikan selama lima bulan.

Dikutip dari tribunnewswiki.com, US Army Ranger School adalah sekolah wajib bagi seluruh perwira Infantry US Army.

"Sekolah ini meluluskan 185 perwira siswa yang terdiri dari 171 US Army dan 14 siswa asing yakni dari Indonesia, Ukraina, Albania, Kosovo, Georgia, Lebanon, Saudi Arabia, Jordania, Nepal dan Chad Afrika," kata Atase Militer Darat RI untuk Amerika Serikat saat itu, Kolonel Inf. Hendri pada November 2019.

Pada kesempatan tersebut, Teddy yang saat itu berpangkat Kapten berhasil menjadi lulusan terbaik sebagai International Honor Graduate Award.

International Honor Graduate Award merupakan penghargaan bagi siswa internasional yang meraih nilai tertinggi selama pendidikan di militer.

Dari semua siswa asing yang menempuh pendidikan kali ini yakni berjumlah 14 orang, Teddy terpilih menjadi yang terbaik.

"Dari 14 orang siswa asing, ia terpilih sebagai yang terbaik," kata Hendri.

Baca juga: Propam Polda Jambi Selidiki Kasus Ibu Hamil Terkena Peluru Nyasar di Tanjab Barat

Selain mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik, Teddy juga mampu menyabet dua penghargaan lainn.

Pertama, Commandant List Award yakni siswa yang masuk 20 persen peringkat akademik dan jasmani dengan meraih peringkat ke-30 dari 185 siswa.

Kedua, Teddy juga berhasil mendapat Gold APFT (Army Physical Fitness Test) atau nilai jasmani 100 persen.

Kemudian pada 2020, Teddy juga berhasil meraih kualifikasi Pasukan Elit US Army Ranger.

Dikutip dari tniad.mil.id, Ranger School adalah program sekolah pasukan paling elite di Angkatan Darat AS untuk menghasilkan lulusan US Army Ranger bagi Resimen Ranger - ke 75.

"Pendidikan itu diikuti oleh tentara yang telah terpilih paling fit, baik secara fisik dan mental. Untuk persentase kelulusan sekolah selama ini, berkisar 20-25 persen dari seluruh jumlah siswa pada periode pendidikan tersebut," kata Hendri.

Standart pendidikan Ranger menerapkan metode sistem gugur setiap hari. Sehingga pada setiap event test serta persyaratan standart kelulusan yang tinggi.

"Meliputi kemampuan individual dalam fisik, navigasi darat, Ranger Tactical Test yang diuji dalam tahap RAP Week, serta penilaian Leadership in Patrol, Peer evaluation," kata dia.

Dalam Ranger School kali ini diikuti 412 siswa US Army dan enam siswa negara asing yaitu Jerman, Ukraina, Indonesia, Arab Saudi, Canada, dan Belanda.

Dari 412 siswa tersebut, sebanyak 76 siswa yg berhasil lulus langsung dan hanya satu siswa asing yang lulus yaitu Teddy.

Jadi Ajudan Prabowo Subianto

Setelah lulus pendidikan, Teddy kembali ke Indonesia.

Tak lama, pada September 2020, Teddy menjadi ajudan Prabowo Subianto.

Hal ini diketahui dari unggahan sahabat Teddy semasa menjadi ajudan Presiden Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD Sebut 84 Persen Koruptor Lulusan Perguruan Tinggi

"Akhirnya ketemu juga yaa Bang, long time no see Abangku @ikastara selamat bertugas KAPT. Teddy Indra Wijaya @tedsky89 sebagai ADC Menhan @prabowo , semoga lancar dan senantiasa disukseskan dalam segala hal. Aamiin yra," tulis Syarif.

Diduga Langgar Aturan Pemilu

Kini, Teddy menjadi sorotan lantaran hadir dan ikut duduk bersama timses Prabowo-Gibran saat debat perdana capres 2024.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyebut Teddy yang berstatus prajurit TNI aktif berpotensi melakukan dugaan pelanggaran Pemilu.

"Potensi dugaan pelanggaran tentu kami harus menyatakan berpotensi terjadi dugaan pelanggaran, tapi hasilnya seperti apa, masih dalam kajian,” kata ujar anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty di kawasan kantornya, Minggu (17/12/2023).

Lolly menegaskan, ihwal netralitas ASN, TNI/Polri sudah jelas termaktub di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Saat ini, Bawaslu masih melakukan penelusuran melalui media sosial dan laporan masyarakat, serta mengumpulkan barang bukti.

Hasil penelusuran Bawaslu RI atas dugaan pelanggaran Pemilu itu akan diumumkan pekan depan.

"Kalau proses kajian kami itu tidak boleh lama ya, karena ini juga prosesnya masih berjalan, maka kami targetkan pekan depan kami sudah bisa menyampaikan ke publik," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda Julius Widjojono menyatakan, kehadiran Teddy Indra Wijaya tidak mewakili institusi TNI atau pribadi.

Julius menegaskan, Teddy hanya memposisikan sebagai ajudan dari Prabowo.

"Kehadirannya tidak mewakili institusi TNI atau pribadi yang ikut berpolitik, yang bersangkutan hanya memposisikan dirinya sebagai ajudan, tidak lebih," jelasnya kepada Tribunnews.com, Minggu

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Disperindag-Naker Tebo Pastikan Stok dan Harga Komoditi Pangan Stabil

Baca juga: Rilis Lagi Kode Redeem Mobile Legends ML Senin 18 Desember 2023, Serbu Hadiahnya Disini

Baca juga: Siaga Natal dan Tahun Baru 2024, Basarnas Jambi Wanti-wanti Pendakian Gunung Kerinci

Baca juga: Bawaslu Segera Umumkan Dugaan Pelanggaran Netralitas Ajudan Pribadi Prabowo Saat Debat Capres

Artikel ini telah diolah dari Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved