Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 17 Desember 2023 - Proaktif dalam Bertindak Benar

Bacaan ayat; Lukas 6:37 (TB) "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 17 Desember 2023 - Proaktif dalam Bertindak Benar

Bacaan ayat; Lukas 6:37 (TB) "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Beberapa orang yang memiliki kemampuan bersosialisasi rendah, akan kesulitan menemukan hal-hal yang bisa diobrolkan dengan sesamanya.

Mereka takut jika materi obrolan akan melukai atau menyinggung hati sesamanya. Pilihannya sederhana: obrolan secukupnya.

Berbeda dengan seseorang yang berkemampuan sosial tinggi.

Apapun bisa diobrolkan. Bahkan seekor Lalat yang tiba-tiba hinggap di tanganpun dapat menjadi materi menarik untuk diobrolkan.

Itulah uniknya setiap orang, masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda dalam merespon segala sesuatu.

Sebuah obralan biasanya dihasilkan dari sebuah penilaian terhadap segala hal yang terjadi disekitarnya.

Obrolan santai hanya menyentuh apa yang terlihat.

Obrolan menjadi seru ketika terjadi pengalihan makna dari apa yang dilihat.

Pengalihan tersebut oleh pikiran diasosiasikan dengan hal lain yang terlihat ada hubungan.

Lahirlah tema baru yang semakin seru atau, sebaliknya, semakin tidak bermakna.

Pada posisi inilah sangat rentan seseorang jatuh pada tindakan penghakiman atas materi obrolan yang diobrolkan.

Beberapa obrolan yang didasarkan pada penilaian baik akan berkembang baik dan menginspirasi.

Namun beberapa obrolan yang didasarkan pada penilaian jahat akan terjerumus pada sikap menghakimi yang berujung pada penilaian buruk terhadap materi obrolan.

Yesus memberikan peringatan dan pengajaran, "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni."

Dalam banyak hal patut disadari bahwa setiap orang memiliki banyak kelemahan dalam hidupnya.

Setiap orang adalah pribadi unik dari perpaduan genetik dari orang tuanya.

Pengalaman telah membentuknya sedemikian rupa sehingga menjadi seperti yang terlihat hari ini.

Ada kecenderungan untuk memakai pikiran untuk menilai segala berdasarkan pengalamannya sendiri.

Beberapa penilaian terjadi sangat personal. Tidak jarang penilaian beralih pada tindakan penghakiman.

Diperlukan kesadaran diri yang baik agar setiap orang tidak sembarangan menilai dan menghakimi.

Sebab tidak bisa dihindari pada saatnya setiap orang akan berhadapan dengan penilaian dan penghakiman yang sama dari orang lain.

Tentunya nasihat Yesus tidak bermaksud mengajarkan kepada kita untuk tidak berbuat apapun dalam hidup, atau menilai apapun.

Yesus hendak membawa kita pada sikap sadar diri agar bersikap obyektif dalam segala hal.

Pengalaman apapun yang pernah terjadi perlu ditata sedemikian rupa agar tidak menjadi trauma untuk menilai orang lain.

Menilai segala sesuatu perlu didasarkan pada sikap rendah hati, tanpa harus merasa lebih hebat dari orang lain.

Ada tanggung jawab pada diri setiap kita untuk membangun kehidupan dan bukan menghancurkannya.

Menilai segala hal demi hal baik dimasa depan, itu harus kita lakukan.

Namun waspadai, agar jangan jatuh pada sikap menghakimi. Amin

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nihroho, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved