Berita Tanjabbar
Habiskan Anggaran Miliaran APBD dan CSR, Jembatan Mangrove Pangkal Babu Nyaris Roboh
Menghabiskan dana miliaran rupiah Jembatan Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar
Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM,KUALA TUNGKAL-Menghabiskan dana miliaran rupiah Jembatan Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) nyaris roboh saat para pengunjung tengah menikmati tempat wisata tersebut, Minggu (10/11/2023) kemarin.
Dalam sebuah video yang beredar luas diberbagai platfoam media sosial itu terlihat bagaimana bangunan itu mengalami kemiringan saat pengunjung sedang asik berfoto bersama keluarga dan orang tersayang.
Teriakan histeris dari pemgunjungpun tidak terelakan saat bangunan jembatan itu miring dan goayang. Berutung dilejadian itu tidak memakan korban jiwa.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparpora Tanjabbar Rengga Sekarsari mengatakan bangunan itu terdiri dari dua mata anggaran yang berbeda di tahun yang berbeda.
Ia menyebutkan bangunan itu awalnya dibangun 2019 akan tetapi mengalami kerusakan dibagian lantai jembatan kemudian diperbaiki dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
"APBD 2019 atas bawah Hancur lantai saat covid.Baru tahun 2022 masuk csr rehab lantai," katanya, Senin (11/12/2023).
Ditanya soal anggaran di 2019, Rengga menyebutkan belum melakukan pengecekan berapa jumlah anggaran. Ia hanya mengetahui pembangunan dilakukan secara bertahap.
"Tahun 2019 pembangunan bertahap, tadi mau cek anggaran nye yang nyimpan file dak masuk pula. Paling besok baru biso kasih data nominalnyo," ucapnya.
Ditanya terkait besaran dana CSR yang digunakan, Rengga mengaku tidak mengetahui karena dana dan proses pengerjaan berada di dinas PU.
"Kalo CSR, Karena yang ngerjakan itu PU, kurang tau jg berape totalnye. Tapi sekitar Rp4 miliar atau Rp5 miliar kalo dak salah, Coba tanye PU," ujarnya.
Kepala Bidang (Kabid) Bappeda Tanjabbar yang membidangi CSR, Mulyadi terkait jembatan itu apakah bersumber dari SCR atau tidak yang mengetahuinya ialah Dinas PUPR selaku lending pengerjaan.
"Tekait jembatan mangrove coba konfirmasi ke PUPR, bappeda tidak mengerjakan teknis seperti itu. Dan apakah itu dari CSR atau tidak dinas yg mengerjakannya yang tau," katanya.
Mulyadi mengatakan jika di 2022 dana CSR memang ada untuk pekerjaan fisik di kawasan mangrove. Akan tetapi hanya rabat beton untuk masuk ke area mangrove dan jembatan kayu dibagian depan.
"Yang CSR itu jalan beton masuk itu samo jerambah yang area depan. Nah posisi yang rubuh ini yang mano?," ujarnya.
Saat disebutkan titik yang nyaris roboh itu berada didekat ujung yang tidak jauh dari gazebo. Ia mengaku itu bukan bagian CSR.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Jembatan-Mangrove-Pangkal-Babu-Nyaris-Roboh.jpg)