Minggu, 19 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Gunung Marapi Erupsi

Daftar Nama dan Umur Korban Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Marapi

Berikut daftar nama dan jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat.

|
Editor: Darwin Sijabat
Ist
Berikut daftar nama dan jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat berjumlah 23 orang. 

21. Liarni/22 tahun

22. Frengki Chandra Kusuma/23 tahun

23. Siska Alfina/22 tahun

Untuk diketahui, Gunung Marapi mulai erupsi pada Minggu (3/12/2023) pukul 14.54 WIB. Ketika itu terjadi letusan dan gunung tersebut menyeburkan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dari puncak.

Saat erupsi terjadi, sebanyak 75 pendaki tengah beraktivitas di kawasan gunung. Selain 23 korban meninggal itu, sebanyak 52 pendaki berhasil dievakuasi selamat.

Liarni Korban Erupsi Gunung Marapi Asal Jambi Dikenal Pribadi yang Baik

Liarni (22) menjadi korban erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat. Saat itu dia sedang mendaki gunung bersama teman-temannya.

Baca juga: Mahasiswi Asal Jambi yang Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi Kuliah di UNP Jurusan Tata Rias

Liarni berstatus warga jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Sungai Asam Pasar Jambi, Kota Jambi. Liarni diketahui merupakan mahasiswi jurusan tata rias dan kecantikan Universitas Negeri Padang. 

Yusuf Ketua RT 05 Kelurahan Sungai Asam berkata, keluarga Liarni sudah pindah ke Sumani, Solok, Sumatera Barat sejak Liarni menyambung pendidikan di kota Padang. 

Menurut ketua RT tersebut, Liarni dikenal oleh warga sekitar Pasar Jambi dan anak sebayanya merupakan pribadi yang baik dan ceria. 

"Anaknya baik, bergaul di sini sama warga sama anak seusianya anak itu juga lincah. Bapak mamaknya orang baik begaul disini," kaya Yusuf, Rabu (6/12/2023). 

Yusuf mengungkapkan bahwa orang tua Liarni memiliki empat orang anak, sedangkan Liarni merupakan anak paling bungsu dari pasangan Basri dan Yuliana yang sudah bermukim puluhan tahun di Kelurahan Sungai Asam. 

"Liarni ini anak paling bungsu, dia berempat bersaudara 2 laki-laki dan 2 perempuan," ungkapnya. 

Sejak keluarga Liarni pindah ke Sumatera Barat, Yusuf sudah tidak pernah bertemu orang tuanya. Namun terakhir kali kakak Liarni pernah menjumpai Ketua RT tersebut untuk mengurus surat pindah. 

"Terakhir kakak dia lah, kakaknya ngurus surat pindah. Kabarnya masih di provinsi Jambi tapi tidak tau pasti dimananya," ujarnya. 

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved